News Update :

Rusia: AS Tak Butuh Sekutu, Tapi Budak

Kamis, 26 Januari 2012


Moskow | Acehtraffic.com - Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin mengkritik kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan menandaskan, petinggi Gedung Putih berusaha menebar keraguan dan pengaruhnya di dunia  sejatinya tidak memerlukan sekutu, namun mereka hanya menghendaki budak serta tidak membutuhkan kerjasama yang adil dengan negara manapun.

Petinggi Washington berusaha menguasai seluruh dunia dengan menciptakan persaingan antar kekuatan politik di negara dunia, ungkap Putin yang juga kandidat presiden Rusia Rabu (25/1) seperti dilaporkan Fars News mengutip Interfax.

Putin saat bertemu dengan para mahasiswa di kota Tomsk membeberkan kebijakan luar negeri Rusia. Menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa yang menanyakan sebab reaksi negatif Barat terhadap pemilu parlemen terbaru di Moskow, Putin mengatakan, masalah ini berkaitan dengan doktrin kebijakan luar negeri AS. Mereka menghendaki untuk mengontrol seluruh dunia.

Saya sebelumnya  saat diwawancarai televisi juga menjelaskan hal ini. Saya terkadang merasakan hal ini bahwa pemerintah AS tidak membutuhkan sekutu, tapi hanya perlu budak, kata Putin.

Dalam kesempatan tersebut Putin juga mencontohkan kasus sistem anti rudal AS yang ditempatkan di Eropa. Ia mengingatkan bahwa Washington tidak bersedia menggalang kerjasama yang adil baik dengan Rusia atau pun negara-negara Eropa. Kerjasama yang adil menurut Putin adalah bersama-sama membahas level ancaman yang ada, saling bekerjasama di sistem anti rudal tersebut. Padahal Washington menolak kesemuanya ini.

Putin menambahkan, salah satu metode AS untuk mempengaruhi seluruh negara adalah menebar keraguan dan menyatakan bahwa kalian tidak bertindak sesuai standar. Dan starndar tersebut bikinan Amerika sendiri. (*) | IRIB Indonesia
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016