Jakarta | Acehtraffic.com - Sejauh ini polisi belum mengetahui identitas apalagi menangkap pelaku penembakan di Banda Aceh dan Bireun. Kesulitan mendapatkan barang bukti dan minimnya saksi mata, menjadi kendala utama pengusutan kasus yang terjadi pada malam tahun baru 2012 tersebut.
"Hambatan kita dalam penyelidikan karena saksinya minim dan barang bukti tidak ada di lapangan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin [2/1].
Menurutnya, berdasar hasil temuan sementara kasus penembakan yang memakan tiga korban jiwa itu masih tergolong pidana murni. Belum ada indikasi pelakunya adalah kelompok bersenjata tertentu di Aceh.
"Murni pidana. Kita belum temukan kaitannya dengan yang lain atau kelompok mana," kata Saud
Di sisi lain dia mengakui masih ada senjata api yang beredar di kalangan masyarakat sipil. Saud menghimbau agar senjata api tersebut diserahkan kepada aparat hukum yang berhak menanganinya.
"Semua langkah preventif akan kita ambil. Razia, sosialisasi dan maklumat akan kita lakukan agar masyarakat serahkan senpi mereka. Memang kita nggak ada data akurat berapa pucuk senjata di tangan masyarakat, tapi kita selalu meminta agar diserahkan kepada aparat," jelasnya.| AT | DT |
"Hambatan kita dalam penyelidikan karena saksinya minim dan barang bukti tidak ada di lapangan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin [2/1].
Menurutnya, berdasar hasil temuan sementara kasus penembakan yang memakan tiga korban jiwa itu masih tergolong pidana murni. Belum ada indikasi pelakunya adalah kelompok bersenjata tertentu di Aceh.
"Murni pidana. Kita belum temukan kaitannya dengan yang lain atau kelompok mana," kata Saud
Di sisi lain dia mengakui masih ada senjata api yang beredar di kalangan masyarakat sipil. Saud menghimbau agar senjata api tersebut diserahkan kepada aparat hukum yang berhak menanganinya.
"Semua langkah preventif akan kita ambil. Razia, sosialisasi dan maklumat akan kita lakukan agar masyarakat serahkan senpi mereka. Memang kita nggak ada data akurat berapa pucuk senjata di tangan masyarakat, tapi kita selalu meminta agar diserahkan kepada aparat," jelasnya.| AT | DT |

