Banda Aceh | Acehtraffic.com - “Kalau saya tidak maju menjadi calon Gubernur Aceh untuk yang kedua kalinya, saya mundur, saya meninggal, atau saya diperiksa KPK, maka Pilkada Aceh akan berjalan dengan mulus,” kata Irwandi Yusuf kepada Komisi III DPR RI dalam satu pertemuan yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu 11 Januari 2012.
Menurut Irwandi, permasalahan mendasar Pilkada Aceh sebenarnya bukan karena tidak masuknya pasal independen dalam qanun Pilkada Aceh, tapi lebih disebabkan ada pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan pencalonan dirinya menjadi Gubernur Aceh untuk yang kedua kalinya.
Dikatakan, sampai dirinya telah ditetapkan oleh KIP menjadi calon Gubernur Aceh untuk periode 2012-2017, masih ada pihak-pihak tertentu yang merasa tidak senang. “Berbagai cara dilakukan untuk menghadang saya menjadi gubernur Aceh yang kedua kalinya,” kata Irwandi tanpa menjelaskan siapa pihak yang menghadang itu.
Tapi, kata Irwandi Yusuf, berkat kesabaran dan ketabahannya menghadapi cobaan itu, upaya penghadangan dan pengganjalan yang dilakukan dengan dalih perdamaian, belum sesuai UUPA, MoU, dan lainnya, sampai kini belum berhasil. “Mereka terus melakukan aksinya untuk menghadang agar jadual dan pelaksanaan tahapan Pilkada Aceh bisa ditunda,” ujarnya.
Kepada Komisi III DPR RI, Irwandi Yusuf menjelaskan, penembakan buruh dari luar Aceh yang terjadi di beberapa daerah, sepengetahuan dirinya dan penjelasan Polda dan Pangdam Iskandar Muda, hal tersebut belum terkait langsung dengan masalah politik. “Gangguan keamanan yang terjadi di Aceh selama ini, murni bermotif ekonomi dan kecemburuan sosial,” pungkasnya. | serambi
Menurut Irwandi, permasalahan mendasar Pilkada Aceh sebenarnya bukan karena tidak masuknya pasal independen dalam qanun Pilkada Aceh, tapi lebih disebabkan ada pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan pencalonan dirinya menjadi Gubernur Aceh untuk yang kedua kalinya.
Dikatakan, sampai dirinya telah ditetapkan oleh KIP menjadi calon Gubernur Aceh untuk periode 2012-2017, masih ada pihak-pihak tertentu yang merasa tidak senang. “Berbagai cara dilakukan untuk menghadang saya menjadi gubernur Aceh yang kedua kalinya,” kata Irwandi tanpa menjelaskan siapa pihak yang menghadang itu.
Tapi, kata Irwandi Yusuf, berkat kesabaran dan ketabahannya menghadapi cobaan itu, upaya penghadangan dan pengganjalan yang dilakukan dengan dalih perdamaian, belum sesuai UUPA, MoU, dan lainnya, sampai kini belum berhasil. “Mereka terus melakukan aksinya untuk menghadang agar jadual dan pelaksanaan tahapan Pilkada Aceh bisa ditunda,” ujarnya.
Kepada Komisi III DPR RI, Irwandi Yusuf menjelaskan, penembakan buruh dari luar Aceh yang terjadi di beberapa daerah, sepengetahuan dirinya dan penjelasan Polda dan Pangdam Iskandar Muda, hal tersebut belum terkait langsung dengan masalah politik. “Gangguan keamanan yang terjadi di Aceh selama ini, murni bermotif ekonomi dan kecemburuan sosial,” pungkasnya. | serambi


0 komentar:
Posting Komentar