

New York | Acehtraffic.com - Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan perintah penggusuran terhadap perkemahan anti-Wall Street di kota Syracuse, New York yang mengintensifkan kampanye protesnya.
Walikota Syracuse Stephanie Miner dan Kepala Unit Pemadam Kebakaran Kota memberikan peringatan kepada para pengunjuk rasa untuk meninggalkan perkemahan mereka di taman Perseverance. Mereka diberi waktu 24 jam untuk membubarkan diri.
Para pejabat telah memerintahkan pembongkaran kamp karena diduga ada praktik-praktik yang tidak aman menyusul ditemukannya tangki propana dan pemanas di kamp tersebut.
Para pemrotes mengatakan bahwa mereka menggelar aksi di tempat itu sesuai dengan aturan dan bersumpah untuk tetap melanjutkan aksi damai mereka.
"Itu hak konstitusional kami untuk merakit perdamaian. Jadi kita melaksanakan hak konstitusional kami," kata Ryan O'Hara, seorang demonstran yang menempati Syracuse.
"Hari ini adalah hari ke-108 dari aksi kami. Selama 108 hari mereka tidak melihat masalah. Namun, sekarang tiba-tiba mereka membuat alasan ini untuk menyingkirkan kami, " kata O'Hara pada Rabu (18/1).
Para demonstran menyatakan, mereka telah memperoleh izin yang relevan dan akan melakukan apa pun untuk mematuhi peraturan kota.
Mereka juga menyerukan kepada walikota dan para pejabat kota untuk bertemu dengan mereka dan membahas masalah tersebut. Kepala unit pemadam kebakaran sejauh ini selalu menolak permintaan para pemrotes untuk pembicaraan lebih lanjut dari masalah keamanan.

"Para pemrotes yang menduduki Syracuse tidak akan menyerah dalam aksi mereka. Kami meminta Walikota Miner untuk berunding dan bukan polisi untuk mengakhiri protes damai, " kata salah seorang demonstran dalam sebuah statemen.
"Pada Rabu pukul 8:00, para pengunjuk rasa yang menduduki Syracuse akan melewati aksinya selama 108 hari. Hal itu demi melanjutkan perjuangan untuk untuk meraih keadilan ekonomi dan aksi 99%," tambah pernyataan itu.
Gerakan Occupy Wall Street (OWS) pertama dimulai ketika sekelompok demonstran berkumpul di distrik finansial New York pada September tahun lalu untuk memprotes distribusi kekayaan yang tidak adil di negara ini dan pengaruh yang berlebihan dari perusahaan-perusahaan raksasa terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat. (*) | IRIB Indonesia

0 komentar:
Posting Komentar