Aceh Utara | Acehtraffic.com - Tiga nelayan asal Krueng Mane Aceh Utara yang dinyatakan hilang sejak tanggal 28 Desember 2012, dikabarkan terdampar ke negara India. Informasi awal diterima pihak keluarga, ketiga nelayan itu kini berada dalam tahanan polisi, diperkirakan di kepulauan Andaman.
Panglima Laot Muara Batu, Dahlan Yusuf kepada Serambi, Sabtu 21 Januari 2012, menyebutkan, ketiga nelayan itu dilaporkan hilang saat mencari hiu di kawasan perairan Andaman, dengan menggunakan kapal berkapasitas berkapasitas GT. Sejak itu, pihak keluarga tak pernah mendengar lagi kabar dari mereka. Upaya pencairan dari para nelayan pun belum membuahkan hasil.
“Baru tadi malam, sekitar pukul 23.00 WIB, ibu Normansyah (salah satu nelayan yang hilang-red) menyampaikan kepada saya, bahwa anaknya sekarang ditangkap polisi di India karena terdampar ke negara tersebut,” kata Dahlan.
Kabar tersebut, kata Dahlan, disampaikan langsung Normasnyah kepada ibunya dengan menggunakan handphone milik salah sau polisi di tempat dia ditahan. ”Mereka mengabarkan dirinya sudah ditangkap, dan sekarang ditahan oleh polisi India. Namun, mereka dalam kondisi baik,” katanya.
Ibu Normansyah, kata Dahlan, sangat yakin jika yang menghubungi itu adalah anaknya. Karena dua rekan Normansyah yang juga hilang, Junaidi dan Muhibuddin juga sempat berbicara dalam bahasa Aceh, dan mereka juga menyebutkan sudah mengabarkan laporan tersebut ke Panglima Laot di kawasan Ulee Lheue.
Setelah mendapat informasi tersebut, Dahlan langsung menghubungi Panglima Laot Aceh di Banda Aceh dan Ulee Lheue, supaya segera memberitahukan hal ini kepada pihak terkait untuk pemulangan ketiga nelayan tersebut. “Kita berharap pemerintah segera menghubungi pihak terkait di India, supaya mereka segera bisa dipulangkan ke Aceh,” ujar Dahlan.
Diberitakan sebelumnya, tiga nelayan dari Krueng Mane Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara dinyatakan hilang sejak, Rabu 28 Desember 2011. Mereka diperkirakan menghilang di perairan laut andaman saat mencari hiu dengan menggunakan kapal berkapasitas GT. | SRB
Panglima Laot Muara Batu, Dahlan Yusuf kepada Serambi, Sabtu 21 Januari 2012, menyebutkan, ketiga nelayan itu dilaporkan hilang saat mencari hiu di kawasan perairan Andaman, dengan menggunakan kapal berkapasitas berkapasitas GT. Sejak itu, pihak keluarga tak pernah mendengar lagi kabar dari mereka. Upaya pencairan dari para nelayan pun belum membuahkan hasil.
“Baru tadi malam, sekitar pukul 23.00 WIB, ibu Normansyah (salah satu nelayan yang hilang-red) menyampaikan kepada saya, bahwa anaknya sekarang ditangkap polisi di India karena terdampar ke negara tersebut,” kata Dahlan.
Kabar tersebut, kata Dahlan, disampaikan langsung Normasnyah kepada ibunya dengan menggunakan handphone milik salah sau polisi di tempat dia ditahan. ”Mereka mengabarkan dirinya sudah ditangkap, dan sekarang ditahan oleh polisi India. Namun, mereka dalam kondisi baik,” katanya.
Ibu Normansyah, kata Dahlan, sangat yakin jika yang menghubungi itu adalah anaknya. Karena dua rekan Normansyah yang juga hilang, Junaidi dan Muhibuddin juga sempat berbicara dalam bahasa Aceh, dan mereka juga menyebutkan sudah mengabarkan laporan tersebut ke Panglima Laot di kawasan Ulee Lheue.
Setelah mendapat informasi tersebut, Dahlan langsung menghubungi Panglima Laot Aceh di Banda Aceh dan Ulee Lheue, supaya segera memberitahukan hal ini kepada pihak terkait untuk pemulangan ketiga nelayan tersebut. “Kita berharap pemerintah segera menghubungi pihak terkait di India, supaya mereka segera bisa dipulangkan ke Aceh,” ujar Dahlan.
Diberitakan sebelumnya, tiga nelayan dari Krueng Mane Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara dinyatakan hilang sejak, Rabu 28 Desember 2011. Mereka diperkirakan menghilang di perairan laut andaman saat mencari hiu dengan menggunakan kapal berkapasitas GT. | SRB


0 komentar:
Posting Komentar