Jakarta | Acehtraffic.com - Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Sutarman menyatakan akan menurunkan Datasemen Khusus 88 Anti Teror untuk mengamankan pemilihan kepala daerah di Aceh.
"Densus 88 kita kirimkan ke sana untuk memberikan rasa aman. Kemudian patroli gabungan Polri TNI dalam jumlah besar juga akan kita lakukan di seluruh Aceh," ujarnya di gedung DPR, Kamis, 12 Januari 2012.
Sutarman mengatakan, hingga hari ini sudah 13 nyawa melayang akibat aksi kekerasan menjelang pemilukada di Aceh. Sebanyak 13 orang lainnya mengalami luka berat dan ringan.
Sutarman mengatakan, hingga hari ini sudah 13 nyawa melayang akibat aksi kekerasan menjelang pemilukada di Aceh. Sebanyak 13 orang lainnya mengalami luka berat dan ringan.
"Seluruh korban itu berasal dari rangkaian kekerasan, mulai dari penembakan, pencurian dengan kekerasan, hingga pelemparan granat di Aceh sejak Oktober 2011 yang lalu," ujarnya.
Menurut catatan kepolisian, setidaknya terdapat 12 aksi kekerasan yang terjadi di Aceh sejak 14 Oktober 2011 hingga 10 Januari 2012. Sutarman mengungkapkan, para pelaku mengarahkan korbannya kepada kelompok tertentu. Tujuannya, tak lain untuk menciptakan teror dan juga untuk mengacaukan Pilkada Aceh.
"Dilakukan oleh kelompok tertentu untuk meresahkan masyarakat. Ini bertujuan membuat rasa takut masyarakat. Ada upaya-upaya menggagalkan pemilukada untuk mengganggu tahapan-tahapan pemilu," ujarnya.
Sutarman juga memperkirakan konflik akan terjadi menjelang hari H Pemilukada Aceh yang dijadwalkan berlangsung 16 Februari 2012 mendatang.
Menurut catatan kepolisian, setidaknya terdapat 12 aksi kekerasan yang terjadi di Aceh sejak 14 Oktober 2011 hingga 10 Januari 2012. Sutarman mengungkapkan, para pelaku mengarahkan korbannya kepada kelompok tertentu. Tujuannya, tak lain untuk menciptakan teror dan juga untuk mengacaukan Pilkada Aceh.
"Dilakukan oleh kelompok tertentu untuk meresahkan masyarakat. Ini bertujuan membuat rasa takut masyarakat. Ada upaya-upaya menggagalkan pemilukada untuk mengganggu tahapan-tahapan pemilu," ujarnya.
Sutarman juga memperkirakan konflik akan terjadi menjelang hari H Pemilukada Aceh yang dijadwalkan berlangsung 16 Februari 2012 mendatang.
"Ada banyak potensi kerawanan. Pada tahap kampanye, misalnya, ada potensi kerawanan berupa pengrusakan spanduk dan kemungkinan bentrok antarpendukung," katanya.
Selain itu, pada saat pemungutan suara, dimungkinkan terjadi praktek kekerasan bersenjata, intimidasi, dan intimidasi terhadap saksi-saksi di TPS.
Selain itu, pada saat pemungutan suara, dimungkinkan terjadi praktek kekerasan bersenjata, intimidasi, dan intimidasi terhadap saksi-saksi di TPS.
"Dalam penghitungan suara, ada potensi konflik antara yang menang dan kalah. Juga kemungkinan sabotase hasil pemungutan suara," tambah mantan Kepala Polda Metro Jaya ini.
Saat ini Polda Aceh telah mengantisipasi potensi konflik dan kekerasan dengan memantau seluruh aktivitas komunikasi orang-orang yang dicurigai.
Saat ini Polda Aceh telah mengantisipasi potensi konflik dan kekerasan dengan memantau seluruh aktivitas komunikasi orang-orang yang dicurigai.
"Kami bisa memonitor pelaku-pelaku. Juga sudah dilakukan pendataan kepada kantung-kantung pemilih yang kemungkinan menjadi target pelaku sehingga mereka tidak menjadi korban sia-sia," tutur Sutarman
Operasi simpatik juga sedang dilakukan Polda Aceh dengan mengampanyekan pemilukada yang aman dan damai. "Datang ke sekolah-sekolah, ke tokoh masyarakat sehingga bisa mendekati kelompok masyarakat secara persuatif. Ini adalah pendekatan yang soft dari kami kepada masyarakat," tambahnya.
Pengamanan ketat, lanjutnya, juga akan dilakukan di setiap TPS. "Di setiap TPS akan kami jaga, berapapun jumlah TPS-nya. Sehingga tidak ada intimidasi atau kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," tandas Sutarman yang menggantikan Kapolri Jenderal Timur Pradopo dalam forum ini. | Tempo.Co
Pengamanan ketat, lanjutnya, juga akan dilakukan di setiap TPS. "Di setiap TPS akan kami jaga, berapapun jumlah TPS-nya. Sehingga tidak ada intimidasi atau kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," tandas Sutarman yang menggantikan Kapolri Jenderal Timur Pradopo dalam forum ini. | Tempo.Co


0 komentar:
Posting Komentar