News Update :

Cemburu Kerja Jadi SPG, Paha Istri Disiram Air Keras

Kamis, 26 Januari 2012

Surabaya | Acehtraffic.com- Evi Ratnawati (31) kos di Jalan Bendul Merisi Raya mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya Sugiono (38).

Kekerasan fisik yang diterima Evi tidak hanya sekedar menerima pukulan, melainkan juga siraman catalis (bahan kimia semacam air keras,red) hingga Evi mengalami luka bakar di punggung dan paha (selangkangan). 

Tak kuat perbuatan suami, Evi pun lantas melaporkan ke Polsek Wonocolo. Sehingga atas laporan itu, polisi lantas melakukan visum terhadap korban. Kini polisi tengah menyelidiki laporan Evi. "Saya sudah tidak kuat lagi dengan perlakukan kasar dia. 

Sejak awal-awal nikah, memang, saya bukan wanita pertama bagi dia. Saya udah jengkel jadi biar dia dihukum dan ikhlas," aku Evi di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Wonocolo. Kejadian yang menimpah Evi, hingga luka bakar di punggung dan paha dilakukan oleh suamianya pada, Minggu 22 Januari 2012 sekitar pukul 09.00. 

Dimana peri laku itu dilakukan Sugiono karena menginginkan tatto dipunggung Evi hilang. Menurut Sugiono tak berbahaya mala, catalis dioleskan ke pada tatto Evi. Setelah mengoleskan di punggung, sisa catalis itupun dioleskan di celanan Evi yang hendak dipakai untuk bekerja. 

Namun alasan Sugiono sendiri tidak mengatakan kenapa sisa cat kima itu dioleskan ke celana, akibatnya Evi pun merasa panas dan merasakan perih. Lantas Evi mengurungkan niatnya untuk bekerja di Giant Hypermarket. 

Dampak yang diterima Evi, dua hari tak bisa kemana-mana, dari situ Evi pun memberanikan diri melapor ke polisi dengan didampingi oleh kakak kandungnya. 

"Saya baru kalau suami saya melakukan, karena rasa cemburu. Biar saya tidak bisa bekerja lagi. Padahal, tattoo itu bukan tattoo permanent. Hanya dipakai buat gaya-gayaan menjelang imlek," ungap Evi. Cemburunya Sugiono karena Evi yang pekerjaan sebagai seorang SPG (sales promotion girl) untuk aksesoris rumah semacam gembok, handle pintu, engsel, lantaran hal itu sang suami meminta Evi tidak bekerja. Tapi, keinginan itu tak dituruti oleh Evi, sebab Sugiono sendiri tidak berpenghasilan.

"Maunya dia, saya tidak boleh dandan cantik kalau lagi kerja. Tidak boleh kerja, di rumah saja. Kalau nggak kerja, terus saya disuruh dandan, pakai duit siapa? Dia sendiri tidak kerja," kata ibu satu anak dari suami keduanya terdahulu. 

Tidak dipungkiri, pekerjaan sebagai SPG, membuat suaminya cemburu. Hal itulah yang menurut Evi, suaminya bisa seenaknya melakukan kekerasan. Padahal, suami-suaminya terdahulu jarang berbuat kasar.

"Suami saya terdahulu, tidak pernah sekasar ini. Saya ingin, dia mendapatkan balasan dari perbuatannya," pinta sales KNS ini, lirih. 

Sementara Kapolsek Wonocolo, Kompol M. Machali saat dikonfirmasi terkait dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) seperti yang dilaporkan oleh Evi, dibenarkan. Kini, pihaknya tengah mendalami laporan tersebut. 

"Laporan dari pelapor, sudah kita terima. Saat itu juga, korbanlangsung diantarkan anggota untuk divisum. Selanjutnya akan kita periksa kedua belaha pihak. Tunggu saja sampai kita selesai pemeriksaan," ujar mantan Kapolsek Benowo ini. | BJ
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016