News Update :

Inilah Foto-Foto Angelina Sondakh, dan Modus Baru Intervensi dengan Asmara

Sabtu, 10 Desember 2011


Jakarta | Acehtraffic.com- Kisah asmara antara Angelina Sondakh dengan salah seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa sekedar dimaknai sebagai urusan percintaan anak muda. Salah seorang Deklarator Komite Pengawas KPK, Neta S Pane, menilai masalah ini harus dilihat secara lebih jeli.

Menurut Neta yang juga Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) itu, kisah asmara Angie dengan penyidik KPK yang sudah beristri ini merupakan modus baru para koruptor mengintervensi kerja KPK. "KPK yang dikenal tangguh, digdaya, kebobolan. KPK telah diintervensi lewat modus percintaan. Ini modus baru yang harus diwaspadai," ujar Neta S Pane saat dihubungi JPNN di Jakarta, Jumat (9/12).

Dia menduga, lambatnya pemeriksaan Angie dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlit dengan tersangka M Nazaruddin, kemungkinan besar disebabkan jalinan asmara antara janda dengan penyidik yang sudah beristri ini.

Meski Ketua KPK Busyro Muqqodas menyampaikan penyidik pacar Angie tak ikut menangani kasus Wisma Atlit, namun menurut Neta, bisa saja penyidik itu mempengaruhi koleganya yang menyidik kasus besar itu.

Karenanya, desak Neta, Busyro harus cepat menelisik kemungkinan penyidik lain di KPK yang terintervensi oleh urusan asmara Angie ini. Sedang si pacar Angie itu, harus segera dikembalikan ke kesatuannya di Mabes Polri.

Neta Pane mengaku kaget dengan terungkapnya kasus ini. "Ini kasus luar biasa," cetusnya. Ini sekaligus membuktikan pimpinan KPK tak mampu mengontrol perilaku para penyidiknya. Selama ini ada keyakinan, internal KPK selalu memantau perilaku para penyidiknya, baik saat sedang bertugas, maupun saat di luar jam tugas. "Ternyata kebobolan," kata Neta. | JPNN
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016