
Acehtraffic.com - Ingin menikmati wisata air tapi bosan dengan pantai dan laut? Atau
ingin berpetualang sambil berinteraksi dengan orang utan? Bukit lawang
dapat menjadi pilihannya. Tempat wisata ini menyajikan banyak hal yang
dapat memikat hati para wisatawan.
Suasana yang disajikan bukan laut atau pantai seperti kebanyakan
tempat wisata air lainnya. Melainkan sungai lengkap dengan bebatuannya
yang besar-besar. Pepohonan rindang yang tumbuh disepanjang bibir sungai
menambah kesejukan area ini.
Bukit lawang adalah salah satu objek wisata di Sumatera Utara yang
cukup terkenal dan banyak diminati turis lokal maupun manca negara.
Terletak sekitar 68 KM dari kota Medan. Tepatnya di Kecamatan Bahorok,
Langkat. Meski letaknya cukup jauh dari pusat kota, namun Bukit lawang
tidak sulit dijangkau.
Dengan menggunakan bus umum jurusan Bukit Lawang yang berpusat di
terminal Pinang Baris, Anda sudah dapat menuju kawasan wisata ini.
Wisatawan cukup mengeluarkan ongkos sebelas ribu rupiah per orang.
Perjalanan ditempuh kurang lebih 3 jam.
Perjalanan yang memakan waktu lama dan cukup melelahkan tersebut akan
segera terbayar oleh indahnya pesona yang ditawarkan. Mulai dari safari
hingga wisata ekstrim tersedia di tempat ini.
Objek wisata yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser
ini juga terdapat daerah konservasi Orang Utan. Jika ingin berinteraksi
langsung atau hanya sekadar foto bersama dengan orang utan, wisatawan
harus datang ke lokasi konservasi pada pukul tiga sore, karena pada saat
itulah para orang utan diberi makan, dan pada saat itu pula orang utan
dibiarkan berkeliaran dan berinteraksi dengan pengunjung.
Daerah konservasi ini bukan hanya kerap dikunjungi wisatawan yang
ingin berlibur, tapi para peneliti yang melakukan penelitian terhadap
orang utan. Tentu saja sambil menikmati suasana tempat ini.
Arung Jeram Ala Bukit Lawang
Bagi wisatawan yang suka dengan tantangan untuk menguji adrenalin, di
tempat ini disediakan olahraga arung jeram. Namun uniknya arung jeram
ditempat ini tidak menggunakan perahu karet seperti pada umumnya.
Melainkan beberapa buah ban yang dirangkai berderet sehingga membentuk
kendaraan yang mirip perahu. Banyak yang menyebutnya arung jeram ala
Bukit lawang. Dengan merogoh kocek sebesar 150 ribu rupiah untuk sekali
melintas, wisatawan sudah dapat memboyong keluarganya untuk dapat
menikmati permainan ini bersama-sama.
Salah Satu Objek Wisata Dunia
Pada tahun 1990-an tingkat kunjungan wisatawan asing di Bukit lawang
rata-rata mencapai dua puluh ribu orang setiap tahunnya. Terutama
wisatawan dari Eropa. Saat itulah Bukit lawang menjadi salah satu objek
wisata dunia. Namun pada 2003, banjir bandang memporak-poranda kan surga
dunia ini dan menelan ratusan korban jiwa.
Setahun kemudian pemerintah daerah membangun kembali kawasan wisata
ini, dan wisatawan asing pun sudah banyak yang kembali menghabiskan
liburannya di sini. Jessica misalnya, wisatawan asal Perancis ini ingin
mengaku senagn dengan tempat ini. “Saya akan menghabiskan waktu selama
enam bulan di sini,” ungkapnya.
Tak hanya wisatawan asing, wisatawan lokal pun tak kalah ramainya
berkunjung ke tempat ini. Jaka salah satunya. “Setiap liburan sering ke
sini. Biasanya sih tahun baru,” jelasnya. Tak hanya sendiri,
Jaka juga kerap membawa keluarganya. “Sukanya ramai-ramai kesini bareng
keluarga,” tambahnya lagi.| AT | SU |

0 komentar:
Posting Komentar