Jakarta |
Acehtraffic.com - Jamu merupakan 'senjata' utama remaja kota
untuk melakukan aborsi akibat seks pranikah. Tak hanya itu, 2 dari 10 remaja
yang sudah melakukan seks pranikah mengandalkan jamu untuk mencegah kehamilan
setelah berhubungan seks tak aman.
Demikian hasil survei DKT Indonesia. Survei yang berjudul Sexual Behavior
Survey 2011 ini berfokus pada perilaku seksual remaja dan kaum muda berusia
15-25 tahun.
Data tersebut merupakan hasil wawancara langsung terhadap 663 responden di 5
kota besar di Indonesia, yaitu Jabodetabek [Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,
Bekasi], Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali pada bulan Mei 2011.
Dari data itu didapatkan jika 48 persen remaja percaya akan kehandalan jamu
untuk aborsi. Posisi kedua ditempati oleh obat medis, yakni 39 persen. Selanjutnya
adalah bantuan klinik [28 persen], dukun aborsi [25 persen], dan dukun bayi [11
persen].
"Kalau mau ditelaah lagi, peran klinik, dukun aborsi, dan dukun bayi
itu berperan besar dalam menempatkan jamu sebagai alat aborsi utama bagi
remaja. Jadi yang menggunakan obat medis hanya sedikit," kata Pierre
Frederick Newmaster selaku Senior Brand Manager Sutra & Fiesta Condoms, DKT
Indonesia dalam temu media di Jakarta.| AT | TS |

0 komentar:
Posting Komentar