Wakil Direktur bidang pelayanan, dr.Dahniar
yang di dampingi Kabid Penunjang Medik, Samsul, SST,FT, mengatakan masuknya air
di sebabkan pintu air yang ada di rumah sakit tidak sanggup menahan debit air
krueng (sungai) langsa yang terlalu besar dan air banjir juga masuk melalui
saluran pembuangan rumah sakit.
Selain itu, bangunan ruang rawat inap
yang terendam banjir sudah tidak layak untuk ditempati karena letak bangunannya
berdiri di atas dataran rendah, sehingga setiap musim penghujan tiba ruangan
ini selalu di landa banjir," Setiap tahun ruang ini selalu terkena
banjir," tambah Samsul.
Tidak hanya ruang rawat inap pasien
yang terendam banjir, seluruh MCK di rungan tersebut juga rusak akibat banjir.
Hal itu sudah terjadi berkali-kali tepatnya setiap terjadi banjir.
“ Sanitasi MCK di seluruh ruangan
pasien rawat inap yang rusak akibat banjir beberapa bulan lalu sudah
diperbaiki, tetapi sekarang rusak lagi akibat banjir,” ungkap Samsul.
Diakuinya, kondisi ini sudah
disampaikan kepada pemerintah daerah setempat, dan pemerintah sudah membangun
gedung baru di depan ruang ini untuk pasien Jamkesmas dan JKA, akan tetapi
karena ruangannya belum cukup untuk menampung seluruh pasien dimaksud, maka
masih ada sebahagian pasien yang di tempatkan di rungan yang menjadi langganan
banjir itu.
Oleh sebab itu, kami mengharapkan kepada pemerintah daerah setempat untuk segera membangun gedung baru untuk menggantikan ruang ini, karena jika hal ini tidak segera dilakukan maka setiap tahun kita akan mengalami banjir seperti ini sekarang ini. AT | FAY

0 komentar:
Posting Komentar