
Medan |
Acehtraffic.com — Menurut Komisi Penanggulangan
AIDS [KPA] Kota Medan, masyarakat Kota Medan yang terjangkit
HIV/AIDS dalam rentang waktu 2006-2011 adalah 2755 jiwa. Namun jumlah ini
sangat sedikit dibandingkan dengan kasus yang sebenarnya terjadi dalam
masyarakat. Hal ini dibenarkan Relawan Sahiva yang juga anggota
KPA, Benny Iskandar dalam sosialisasi HIV/AIDS dan Narkoba pada Kamis
[23/11] di Sekretariat Warung Sahiva USU.
Benny Iskandar mengibaratkan kasus HIV/AIDS ini bagai fenomena gunung
es. Istilah ini merupakan teori World Health Organisation, yang
artinya kasus yang muncul dipermukaan hanya bagian kecil dari
sebenarnya. Sebagai Asumsi, jika ada satu orang yang terkena HIV/AIDS maka
ia bisa telah menularkannya kepada 200 orang. “Jadi hitung
sendirilah berapa sebenarnya yang terjangkit di Kota Medan,”
tambahnya.
Koordinator Warung Sahiva USU, M Luthfiansyah menjelaskan dengan
jumlah kasus saat ini Sumut menduduki peringkat ke-9
se-Indonesia untuk kasus HIV/AIDS. Namun tidak menutup kemungkinan
peringkat ini bisa naik jika masyarakat dibiarkan tidak perduli. “Mahasiswa
saja terkesan cuek dan apatis,” paparnya.
Guna mencegah penularan yang semakin luas, sahiva mengajak masyarakat
khususnya mahasiswa USU ikut melakukan ABCDE. ABCDE merupakan singkatan
dari abstain [tidak melakukan hubungan seks di luar nikah], be
faithfull [jika menikah nanti setia pada satu pasangan], condom
(menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks, no drugs [tidak menggunakan
narkoba dan jarum suntik sembarangan], dan education [mengikuti
sosialisasi HIV/AIDS dan nakoba].
Sosialisasi HIV/AIDS dan narkoba merupakan rangkaian acara yang
diadakan Warung Sahiva USU bersama Yayasan Kusuma Buana dan STARTH [USAID]
dalam menyambut hari HIV/AIDS nanti. Selanjutnya akan diadakan Dialog seputar
HIV/AIDS dan puncaknya aksi Kampanye Hari HIV/AIDS Sedunia di Kampus USU.| AT | SU |

0 komentar:
Posting Komentar