\

Lhokseumawe |
Acehtraffic.com - Jalan – jalan di Kota
Lhokseumawe tampaknya perlu perhatian khusus. Karena persoalan debu yang bisa
mengganggu pengguna jalan, baik pejalan kaki, pengguna kendaraan roda dua,
maupun roda empat. Rabu [30/11].
Menurut pantauan www.acehtraffic.com, debu-debu tersebut
memadati kiri dan kanan badan jalan raya. Karena sudah menumpuk cukup banyak,
debu sering kali berterbangan, sehingga mengakibatkan pengguna jalan menjadi
terganggu.
Debu tersebut disebabkan karena pembangunan drainase dan
pembangunan jalan di Kota Lhokseumawe, daerah-daerah yang menjadi rawannya debu
adalah di: jalan Merdeka, jalan Darusalam, jalan Perdagangan dan jalan
Sukaramai.
Salah seorang pengiat Lembaga Swadaya Masyarakat [LSM]
Lingkungan kepada www.acehtraffic.com
mengatakan “Debu-debu tersebut sangat meganggu aktifitas masyarakat dan
debu-debu tersebut juga menjadi pencemaran lingkungan”. Ujar Dahlan M. Isa
Direktur LSM Sahara.
Beliau juga menambahkan, “Debu-debu itu selain berbahaya
bagi pengendara, juga berbahaya bagi kesehatan masyarakat, itu merupakan dampak
dari proses pembangunan”. Ucapnya
Dahlan berharap “pemerintah
harus melakukan pembangunan yang tepat dan berencana jelas, karena ada
tempat-tempat yang telah dibangun kini mulai dibongkar lagi”. Tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pengguna
jalan kota Lhokseumawe, ketika reporter www.acehtraffic.com
menanyakan tentang debu yang berterbangan di jalan, mengatakan bahwa:
“Pada saat saya berjalan di jalan protokol kota
Lhokseumawe, debu-debu jalan yang sedang di perbaiki itu masuk kedalam hidung
sehingga menyebabkan batuk-batuk”. Ujar M. Zubir.
Zubir menambahkan, “Kalau bisa pemerintah mencarikan
solusi terhadap hal ini, karena debu-debu itu sangat meganggu”. Tegasnya.| AT | AG |

0 komentar:
Posting Komentar