Aceh
Timur | Acehtraffic.com- DI tengah spekulasi akan terjadi penundaan Pilkada
Aceh sebagai salah satu bentuk kebijakan baru yang akan diumumkan pemerintah
pusat, ternyata di tingkat lokal, suara yang menginginkan pilkada tidak ditunda
juga tak kalah nyaringnya.
Aspirasi
yang menginginkan pilkada berjalan sesuai tahapan yang sudah ditetapkan datang
dari unsur ulama baik perorangan maupun lembaga, ormas, bahkan para eks
kombatan GAM. Mereka mengingatkan penundaan pilkada akan berdampak luas secara
politik, perdamaian, dan ekonomi rakyat Aceh.
Ketua
Majelis Ulama Dayah Ishafuddin Kabupaten Aceh Timur, Tgk H Azhar BTM (Waled
Azhar) meminta agar pemerintah pusat mendorong pelaksanaan pilkada dilanjutkan
sesuai tahapan yang telah berjalan.
“Jika
pilkada ditunda, maka akan terjadinya Pj (penjabat gubernur, red). Kondisi ini
akan memberi dampak luas. Secara administrasi pemerintah juga akan terganggu
karena Aceh masih dalam masa transisi,” ujar Waled Azhar kepada Serambi, Rabu
(5/10).
Disebutkan,
konsekwensi penundaan pilkada diyakini akan berdampak luas dan merembet pada
kondisi sosial politik rakyat Aceh. Bukan tidak mungkin, kata Waled Azhar,
penundaan pilkada akan memicu kekacauan politik, memicu terjadinya intimidasi
(tekanan) di antara pihak-pihak tertentu.
“Sekarang
kondisi sudah tenang. Terlebih di Aceh Timur. Pandangan tokoh masyarakat di
sini mendesak agar pemerintah pusat tetap pada kebijakan melaksanakan pilkada
tahun ini,” tegasnya.
Waled
Azhar menyebutkan pemerintah pusat harus membayar mahal bila memang memutuskan
pilkada di Aceh harus ditunda. Kewibawaan pemerintah di mata rakyat Aceh akan
menurun sebab keputusan pemerintah tersebut cerminan dari keputusan tidak
konsisten (istiqamah).
Dikatakannya,
kandidat kepala daerah yang tidak yakin dan ragu dalam bersaing di pilkada
sehingga meminta agar pilkada ditunda, semestinya harus melakukan introspeksi.
“Lebih baik memperbaiki diri agar bisa diterima masyarakat,” ujarnya.
Menurut
Waled Azhar, sikap Majelis Ulama Dayah Ishafuddin Aceh Timur ini telah dikonsultasikan
dengan sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan dayah setempat, termasuk di
beberapa kabupaten lainnya.
“Dalam
konsultasi ini sudah disepakati agar pilkada tetap dilanjutkan, jangan ada
penundaan. Ini demi menyelamatkan perdamaian, baik secara politik maupun
ekonomi,” kata Waled Azhar.|AT/Serambi

0 komentar:
Posting Komentar