
Banda Aceh | Acehtraffic.com – Aksi unjukrasa mahasiswa yang melakukan protes terhadap petinggi Partai Aceh dan DPRA yang hanya mempermasalahkan calon independen atau pasal 256 yang dicabut oleh MK, sedangkan masalah lain dalam UUPA belum terimplementasi diwarnai pemukulan dan penangkapan beberapa mahasiswa oleh aparat Poltabes Banda Aceh.
Penangkapan terjadi saat Gerakan Mahasiswa Aceh (GMA) melakukan aksi unjukrasa Di Simpang Lima Banda Aceh yang berlangsung pada minggu malam [09/10/2011] sekita pukul 21.10 wib dibubar paksa oleh aparat dari Poltabes, pada saat ditangkap mahasiswa tersebut dipukul oleh aparat, bahkan ada intel yang menyerang mahasiswa dengan pisau sehingga sempat melukai seorang komunitas Punk yang kebetulan berada disekitar aksi demo.
Belum cukup puas, mahasiswa yang digiring kekantor Poltabes Banda Aceh dikumpulkan dihalaman, kemudian mereka dipukuli satu persatu. Setelah puas mereka dibawa keruang introgasi, diruang ini mereka tidak dipukuli lagi namun, mendapatkan banyak intimidasi dan ancaman.
Asiah Uzia dari KontraS Aceh yang sudah bertemu Wakapoltabes Moffan kepada Acehtraffic.com mengatakan alasan polisi melakukan penangkapan karena tidak ada ijin, dilakukan dimalam hari dan tidak memakai almamater.
Sementara korlap aksi mengatakan “biasanya tidak ada ijin, hanya pemberitahuan aksi damai,” ujarnya.
Ketika ditanyai mengapa dilarang melakukan aksi demo dimalam hari, Wakapoltabes mengatakan “kami mendapat perintah dari atasan agar melarang aksi-aksi yang berbau politik di malam hari karena ini terkait kondisi yang bisa kapanpun memanas dan polisi akan kewalahan menanganinya,” jelas Asiah Uzia dari KontraS Aceh mengutip pembicaraan Wakapoltabes.
Menurut Asiah, "kebebasan berekspresi boleh dibatasi tapi, polisi harus jujur menyampaikan kenapa dibatasi, bukan malah memberi alasan karena tidak ada izin, masalah izin itu kan administratif, ke depan tinggal buat izin saja kalau mau demo, kalau ada kontak dengan kepolisian, izin itu bisa by phone". Katanya.
Agar soal masalah tersebut diketahui oleh publik, dia berharapkan agar polisi membuat alasan secara tertulis mengapa demo dilarang, dan mensosialisasikan nya ke kampus-kampus.
Dia juga menanyakan “kemana PA ketika ada mahasiswa yang bela UUPA malah ditangkap?,” Pungkasnya. |AT/Hrm/Yd

0 komentar:
Posting Komentar