Aceh Timur | Acehtraffic.com - Anggota parlemen Belanda dari PVV [partainya politikus anti Islam, Geert Wilders] seperti yang dilansir Radio Nederland, dia meminta agar Menteri Luar Negeri Belanda, Uri Rosenthal, segera bertindak menangani masalah Papua. Jum'at [21/10].
Belanda, menurutnya, tidak menepati janji politik pada tahun 60an. Karena itu Belanda berutang secara moral dan wajib tidak boleh membiarkan warga Papua begitu saja. Terkait dengan itu anggota parlemen Wim Kortenoeven meminta penjelasan dari Uri Rosenthal atas beberapa pertanyaan.
Bagaimana Menlu Belanda menyikapi berita kekerasan terkait deklarasi kemerdekaan Papua, dan apa tanggapan menlu atas reaksi Indonesia.
Apakah Menlu Belanda sudah berbicara dengan penguasa Indonesia mengenai represi kekerasan yang dilakukan terhadap aktivis kemerdekaan Papua.
Apakah Menlu Belanda bersedia menuntut pembebasan para pemimpin Papua yang ditangkap dan meminta agar aksi kekerasan dihentikan.
Bagaimana posisi pemerintah Belanda atas perjuangan kemerdekaan Papua secara umum dan dalam konteks janji Belanda pada tahun 1963.
Anggota parlemen dari PVV ini meminta agar Menlu Belanda memberi jawab selambat-lambatnya tanggal 25 Oktober 2011.
Reaksi dari partai politikus anti Islam Geert Wilders ini muncul setelah media Belanda memuat secara lumayan besar peristiwa kekerasan di Papua menyusul deklarasi pembentukan negara Papua Barat. Sejauh ini menurut laporan organisasi hak-hak azasi manusia, sudah enam orang tewas akibat kekerasan dalam operasi pasukan keamanan dalam membubarkan Kongres Rakyat Papua. | AT | Yd | RNW

0 komentar:
Posting Komentar