News Update :

Sekretaris Yang Cocok Dengan Bos

Jumat, 21 Oktober 2011

KEINGINAN nampang di depan kamera maupun membaca berita pernah mengisi impian Diendha Ayoe Larasati Poespo Yoewono. 

Sejak menimba ilmu di Universitas Sebelas Maret Surakarta di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan didukung penampilan fisik yang oke, keinginan untuk menjadi pembaca berita televisi terbayang di pelupuk mata Diendha.

Bahkan, sempat mendapat beberapa tawaran untuk casting di sejumlah acara televisi swasta. Sayangnya, dara yang mempunyai wajah mirip artis Anisa Tri Hapsari ini harus menyelesaikan studinya terlebih dulu.

Keinginan jadi presenter pun harus dibuang jauh-jauh. Sekarang, gadis yang menjadi sasaran penembakan dalam acara reality show Katakan Cinta itu sudah tidak lagi berobsesi menjadi public figure. Menjadi sekretaris sepertinya lebih menyenangkan buat cewek cantik ini.

Referensi sang dosen lah yang menggiringnya ke perusahaan penerbangan, Garuda Airlines. Awalnya, dia berpikir akan menjadi tiketing di perusahaan tersebut.

Ternyata, skill dan penampilannya lebih cocok jika Diendha menjadi sekretaris. Saat ditemui di tempat kerjanya, mantan anggota Paskibraka Indonesia ini mengaku canggung saat pertama bekerja. Wajar, karena di sekolahnya dia akrab dengan kamera dan dunia hiburan.

Sekarang gadis kelahiran Pekalongan tersebut harus dihadapkan dengan lembaran-lembaran kertasberisi surat masuk dan keluar. Belum lagi harus mengatur jadwal atasan yang pastinya bukan orang sembarangan.

Saking groginya, pertama diminta untuk membuat surat dara yang muncul ke dunia 25 tahun silam ini harus mengulanginya berkali-kali.

“Waktu itu kan aku diminta bikin surat. Kebetulan bapak adalah sosok yang perfeksionis, jadi aku harus ngulang sampai lima kali. Salah titik, spasi, koma, itu harus diulang lagi,” ujar dara berkulit kuning langsat tersebut.

Dari pengalaman itu, Diendha semakin banyak belajar. Dia pun mengerti bagaimana menjadi sekretaris yang baik, walaupun ilmu itu tak pernah dia peroleh sebelumnya. Baginya, penampilan tetap nomor satu tapi bukan segalanya. Semua itu nggak ada artinya kalau nggak profesional.

“Sekretaris kan penyampai apa yang bos inginkan. Dia juga harus tahu gimana mood atasan. Baik itu ke sesama karyawan atau ke klien. Kadang ngerasa nggak enak juga kalau harus menyampaikan ke teman-teman karena kita sama-sama bekerja. Tapi, ya saya harus profesional,” jelas cewek yang suka facial di Klinik Natasha.

Tapi, ada satu kebiasaan buruk dari dara yang hobi nyanyi itu. Dia mengaku sangat pelupa. Jika seharusnya dia yang mengingatkan bos, justru bosnya yang sering mengingatkan Diendha.

Dari kebiasaannya itu Diendha sedang belajar menjadi perempuan yang lebih bijaksana. Lalu bagaimana dengan sorotan miring yang sering menerpa sekretaris ? Cuek aja.

Diendha nggak pernah pusing dengan terpaan tersebut. Asal nggak neka-neka, pasti aman.

“ Sejauh ini baik-baik aja kok. Kan nggak semua sekretaris kaya gitu. Bos juga orangnya baik. Kalau ada acara sampai malam saya diantar sampai rumah. Jadi, saya dijamin aman,” tandas Diendha. 
|  AT | KJ | RD
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016