News Update :

Muammar Khadafi Dihianati Oleh Pengawalnya

Sabtu, 22 Oktober 2011

Sirte | Acehtraffic.com - Pengawal Muammar Qadhafi telah membuka persembunyian Presiden Libya itu, sehingga pejuang Dewan Transisi Nasional dengan mudah menangkapnya. Qadhafi kemudian tewas Kamis siang lalu di Sirte dengan luka tembak di dada, kaki, dan kepala.

Terbongkarnya persembunyian pemimpin berusia 69 tahun itu diungkapkan oleh Salem Bakeer, salah seorang pejuang Dewan Transisi. Saat itu, pasukannya tengah mengejar tentara Qadhafi yang kocar-kacir diserang pesawat NATO pada Kamis, sekitar pukul 08.30. Sebanyak 15 kendaraan hancur, 50 anggota pasukan Qadhafi tewas, dan sebagian yang lain bersembunyi, termasuk Qadhafi serta beberapa pengawalnya.

Dalam pengejaran itu, terjadi baku tembak. Tiba-tiba, salah seorang pengawal keluar melambaikan senapan ke udara dan berteriak menyerah. "Dia berteriak, 'Tuanku ada di sini! Tuanku ada di sini!'" ucapnya. "Kami pun masuk dan keluar membawa Qadhafi."

Qadhafi diketahui bersembunyi di lubang drainase berdiameter 1 meter. Dari gorong-gorong penuh sampah dan pasir inilah, sang kolonel berteriak, "Jangan tembak! Jangan bunuh saya, Anakku!" Ia keluar dari lubang itu dengan luka tembak di kaki dan bahu.

Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa memerintahkan penyelidikan menyeluruh tentang penyebab kematian Qadhafi. Komisi menyatakan penguasa selama 42 tahun itu ditangkap hidup-hidup, tapi beberapa jam kemudian tewas. "Harus dipastikan dia tewas dalam pertarungan atau dieksekusi setelah ditangkap," kata juru bicara Komisi HAM, Rupert Colville.

Kini, di tembok saluran drainase itu terpampang grafiti berbahasa Arab dalam warna biru bertulisan, "Ini adalah tempat Qadhafi, si tikus. Allah Mahabesar." Grafiti ini membalikkan ucapan Qadhafi beberapa bulan lalu, yang bertekad akan membasmi "tikus-tikus pengkhianat" Libya. | AT | Yd | Temp | Reuter
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016