
Banda Aceh | Acehtraffic.com – Belakangan ini, massa di Aceh mulai bergerak untuk menyatakan aspirasi menunda Pemilukada dengan berbagai alasan, salah satunya pelaksanaan Pemilukada pada 24 Desember dianggap melanggar UUPA.
“Yang menjadi masalah, massa yang dikerahkan tidak mengetahui maksud dan tujuan aksi yang dilakukan atau hanya sekedar asal ikut saja. Mobilisasi massa yang mengatasnamakan rakyat sangat memprihatinkan,” kata Ketua Umum Kohati PB HMI Fitriani, Minggu [23/10].
Menurut Fitriani, elit politik Aceh seharusnya melakukan upaya-upaya pencerdasan kepada masyarakat, bukan malah mengiring masyarakat terjebak dengan hal yang tidak diketahui secara pasti. Meski dari apa yang dilakukan, antara massa yang mendukung dan menolak Pemilukada, sama-sama memiliki alasan logis.
“Tapi persoalannya bukan pada siapa mendukung atau tidak mendukung. Yang harus dijaga apa yang terjadi di Aceh sekarang harus dilihat sebagai bagian dari pendewasaan politik di Aceh,” terang Fitriani.
Dia menjelaskan, masing-masing pihak tentu harus memperhatikan asas kebersamaan kehidupan demokrasi di Aceh, bukan kepentingan kelompok. Semua pihak yang ingin bertarung pada Pemilukada Aceh harus menahan diri untuk kepentingan masyarakat, bukan mengatasnamakan rakyat untuk kepentingan kelompok.
“Pemilukada Aceh itu masalah sederhana, tetapi terlalu dibesar-besarkan sehingga menjadi rumit dari kegagalan lobi ke pusat dan instansi terkait lainnya sampai hari ini,” jelas ia.
Dalam hal mobilisasi massa ke jalan, kata Fitriani, sebenarnya tidak ada pihak yang dirugikan, karena aturan Pemilukada mengakomodir kepentingan independen dan partai politik. Jika pun ada persoalan pendapat yang mengatakan melanggar UUPA tidak dapat dibenarkan karena revisi dilakukan atas dasar ketentuan hukum di Indonesia.
“Nah sekarang, apakah pihak yang berkepentingan berlapang hati mengikuti kepentingan masyarakat, bukan memanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan kelompok,” ungkap Fitriani.
Kaitan dengan itu semua, intelektual muda Aceh ini meminta kepada elit politik agar jangan lagi menipu rakyat dengan cara menurunkan masyarakat ke jalan serta mengatasnamakan masyarakat. Cukuplah selama ini masyarakat dibohongi oleh elit politik dengan janji-janji kampanye, tapi kondisi masyarakat miskin tetap miskin.
“Masyarakat juga harus lebih cerdas melihat kondisi Aceh saat ini, jangan terprovokasi dengan kepentingan-kepentingan elit politik yang jelas-jelas hanya bisa menebar janji manis tanpa pernah ada pembuktian dari janji tersebut,” kata Fitriani. | AT | Yd | HA

0 komentar:
Posting Komentar