Lhokseumawe | Acehtraffic - Ratusan mahasiswa STAIN Malikussaleh yang tergabung dalam BEM STAIN Malikussaleh menggelar aksi demo, Senin, [24/10], didepan gedung Biro STAIN Malikussaleh Lancang Garam.
Dalam aksinya mereka mendesak bapak ketua STAIN Malikussaleh untuk memperbaiki birokrasi kampus disemua lini, mempermudah urusan administrasi mahasiswa serta melibatkan mahasiswa dalam mengambil kebijakan dan keputusan yang berhubungan dengan mahasiswa.
Mereka mendesak agar Ketua STAIN Malikussaleh segera keluar dari gedung untuk menemui mereka namun yang keluar justru bapak Darmadi PK 4, karena ketua STAIN Malikussaleh sedang berada di Banda Aceh. Darmadi dihadapan mahasiswa yang melakukan demo mengatakan “sebaiknya masalah ini kita diskusikan bersama dan jangan melakukan demo seperti ini,” terang PK 4 Darmadi.
Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh ketua BEM STAIN Malikussaleh Zulfahmi. Dia menjawab “sebelumnya kami telah berupaya melakukan pertemuan serta membicarakan masalah ini bersama pihak kampus, namun dari pihak kampus tidak merespon. Maka karena itulah kami melakukan demo,” bantahnya dengan keras.
Dalam orasinya yang dilakukan secara bergiliran mahasiswa juga mempersoalkan pembayaran SPP 50% bagi mahasiswa yang tinggal mata kuliah skripsi, mendesak pihak kampus untuk tidak menyumbat ruang demokrasi kampus.
Meningkatkan kualitas dan kedisiplinan dosen dalam sistem perkuliahan, menyesuaikan jadwal pustaka dengan jadwal perkuliahan dan mereka juga mendesak pihak kampus untuk mencabut scorsing KPM atas nama saudara Zulfahmi Jurusan dakwah karena tidak sesuai dengan Undang-undang kebijakan kampus dalam mengambil sikap.
Meningkatkan kualitas dan kedisiplinan dosen dalam sistem perkuliahan, menyesuaikan jadwal pustaka dengan jadwal perkuliahan dan mereka juga mendesak pihak kampus untuk mencabut scorsing KPM atas nama saudara Zulfahmi Jurusan dakwah karena tidak sesuai dengan Undang-undang kebijakan kampus dalam mengambil sikap.
Ketua BEM STAIN Malikussaleh Fahmi dalam orasinya mengatakan agar dalam mengalokasikan dana harus lebih mengutamakan untuk proses belajar mengajar. “sumber beasiswa dan dana pembinaan mahasiswa harus diperjelas, pihak kampus juga harus mengalokasikan 30% dana sosial untuk kegiatan mahasiswa,” ujar Fahmi.
Dia juga menambahkan “ tempat parkir kampus harus disediakan, jaringan internet di kampus sp. Elak dan Kampus Sp. Auri juga belum ada. Belum lagi bagi ormawa STAIN Malikussaleh yang hingga kini belum memiliki sekretariat dan fasilitas, dan tidak tersedianya air bersih di ruangan toilet sehingga toilet menjadi kotor dan bau pesing,” Jelasnya.
| AT | Hrm | Yd
| AT | Hrm | Yd

0 komentar:
Posting Komentar