News Update :

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Bersubsidi

Kamis, 13 Oktober 2011



JAKARTA | acehtraffic.com - Meski pemerintah dan Badan Anggaran telah menetapkan volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk tahun depan sebesar 40 juta kilo liter, dengan penghematan sebesar 2,5 juta kilo liter, tapi pemerintah tetap ngotot untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Alasannya, pemerintah ingin menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, ekspektasi adanya perlambatan ekonomi dunia sebagai imbas krisis global pada tahun depan membuat Indonesia harus lebih cermat menyikapinya. Tahun depan, salah satu unsur pendorong pertumbuhan ekonomi adalah ekonomi domestik melalui konsumsi masyarakat. Makanya, "Kita juga harus menjaga daya beli masyarakat," ujarnya Rabu (12/10).

Hatta menambahkan, dalam kondisi ekonomi yang bergejolak, pemerintah harus bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tidak terlalu terpuruk. Menurutnya, salah satu indikator makro yang perlu dijaga adalah inflasi. Sebab, jika pemerintah memilih opsi untuk menaikkan harga BBM, maka risiko pembengkakan inflasi akan jauh lebih besar ketimbang kenaikan inflasi yang disebabkan karena adanya pembatasan BBM.

Catatan saja, kemarin pemerintah dan Badan Anggaran telah menetapkan volume BBM subsidi untuk tahun depan sebesar 40 juta kilo liter. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, dengan volume BBM subsidi sebesar ini, maka pemerintah harus melakukan upaya (effort) untuk melakukan pengendalian. Pasalnya, lanjut Agus, jika tanpa pengendalian dan memperhitungkan pertumbuhan konsumsi BBM sebesar 8% per tahun, maka volume subsidi BBM tahun 2012 harusnya sebesar 43,6 juta kilo liter.

Agus mengatakan, pengendalian BBM bersubsidi tetap akan memberikan konsekuensi pembengkakan inflasi meski lebih rendah ketimbang pembengkakan yang ditimbulkan akibat menaikkan harga BBM. "Inflasi yang ditimbulkan (akibat pembatasan BBM) sekitar 0,5% - 0,6%," ungkapnya kemarin.

Seperti diketahui, dalam RAPBN 2012 pemerintah mematok angka inflasi sebesar 5,3% atau lebih rendah ketimbang inflasi yang dipatok dalam APBNP 2011 sebesar 5,65%. | Kontan

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016