
Acehtraffic.com - Pimpinan DPRA sudah menyetujui Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2012 Aceh sebesar Rp 8,6 triliun atau terjadi penambahan Rp 962,9 miliar dari yang diusulkan gubernur sebesar Rp 7,7 triliun. PPAS yang disetujui itu sudah termasuk untuk kelanjutan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang menjadi salah satu program prioritas. Untuk satu tahun JKA dialokasikan sekitar Rp 400 miliar.
Membengkaknya anggaran sehubungan munculnya sejumlah program baru atau penambahan volume kegiatan program. Termasuk di dalamnya usulan program aspirasi anggota DPRA dan biaya pembebasan tanah untuk pembangunan jalan bebas hambatan (highway) lintas timur sepanjang 391,5 Km. Untuk kegiatan pembebasan tanah pembangunan jalan bebas hambatan dialokasikan Rp 300 miliar, sedangkan untuk menampung program aspirasi anggota DPRA yang berjumlah 69 orang dialokasikan Rp 345 miliar.
Masyarakat pastilah tidak akan memprotes pengalokasian anggaran sebesar apapun jika peruntukannya jelas dan efisien. JKA tentu menjadi program favorit masyarakat Aceh. Sedangkan dana aspirasi anggota dewan, betapapun telah dikritik tetap saja muncul. Makanya, kita tak mau menyorot lagi soal itu. Kita hanya berharap dalam realisasi dana itu anggota dewan lebih mengedepankan nurani.
Yang ingin kita persoalkan kali ini adalah program pembebasan tanah untuk pembangunan jalan bebas hambatan lintas Banda Aceh-Medan. Program yang untuk tahun 2012 dialokasikan anggaran sekitar Rp 300 miliar ini cukup mengejutkan sebagian masyarakat Aceh. Walau jalan bertipe besar dan lurus itu sudah sangat dibutuhkan, tapi publik terkejut karena sebelumnya program ini baru sebatas wacana di kalanmgan tertentu dan belum pernah disosialisasikan.
Tidak tersosialiasikannya ini bisa menimbulkan banyak persoalan. Pertama, masyarakat bisa menganggap program ini tertutup alias tidak transparan. Kedua, bisa menimbulkan spekulasi harga tanah atau malah ada bisa mengeruk keuntungan besar dalam pembebasannya. Ketiga, peluncuran program ini tidak memberi kesempatan kepada masyarakat memberi pendapat.
Bagi, pengalaman buruk pelaksanaan program kereta api (KA) Aceh jangan terulang lagi. Program KA Aceh yang telah menelan dana triliunan rupiah itu hingga sekarang tak jelas juntrungannya. Ada material yang sudah dibawa ke lapangan kemudian diangkut lagi ke Medan karena salah kirim atau tak sesuai spek. Lalu ada rel yang sudah dipasang, dibongkar lagi dipindahkan lokasinya. Di tempat lain, real yang sudah dipasang malah hilang satu persatu oleh tangan jahil. Singkat kata, program KA Aceh jelas-jelas tak terencana matang dan hanya buang-buang duit.
Kerana itulah, agar pengalaman buruk program KA itu jangan terulang lagi, maka pembangunan jalan bebas hambatan di lintas timur Aceh ini harus benar-benar disiapkan secara matang. Yang paling penting, masyarakat harus mengetahui program itu agar nanti bisa ikut mengawasi pelaksanaannya. | AT | Yd | Serambi

0 komentar:
Posting Komentar