
Banda Aceh | Acehtraffic.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan
[HAMAS] melakukan aksi demontrasi di kantor Gubernur Aceh, kedatangan mereka ke
kantor Gubenur karena ingin menyampikan aspirasinya terkait kehadiran tukar
guling lahan dan pertambangan di Aceh Selatan dan mendesak Pemerintah Aceh
untuk mencabut izin 25 perusahaan terbatas di wailayah itu. Rabu [11/10]
Salah seorang peserta aksi melalui orasinya
mengatakan, “Kami Rakyat Aceh Selatan tidak menerima kehadiran tukar giling
lahan dan pertambangan, maka Pemerintah Aceh harus mencabut izin kepada 25
perusahaan di Aceh selatan”. Ujarnya
Aksi yang di kamandoi oleh M. Basri, meminta agar
Gubernur Aceh menjumpai mereka yang sedang melakukan aksi demontrasi. “Apabila
Gubernur tidak menjumpai kami, maka kami akan menunggu sampai Gubernur mau
menjumpai kami”. Ujar M. Basri
Sembari menunggu Gubernur untuk menjumpai
mereka,kemudian para peserta aksi membakar ban di halaman kantor Gubernur,
kemudian api tersebut dipadamkan oleh satpam yang menjaga kantor Gubernur.
Dalam aksi tersebut, terlihat juga aparat
Kepolisian menjaga aksi itu dengan ketat dan juga menahan peserta aksi yang
ingin masuk untuk menjumpai langsung dengan Gubernur Aceh.
Sekitar pukul 14.00 wib, petugas yang mengamankan
aksi tersebut menarik seorang orator aksi yang sedang berorasi ke dalam ruangan
kantor dan orator tersebut dipukuli sehingga tubuh dan tangannya menjadi memar
sehingga harus dilarikan ke rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh karena
kondisinya lemas.|AT/Ag

0 komentar:
Posting Komentar