
Banda Aceh | Acehtraffic.com -- Komite Nasional Pemuda Indonesia [KNPI] Kota Langsa meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menunda pemilihan kepala daerah [pilkada] gubernur/wakil gubernur Aceh dan 17 bupati/wali kota serta wakilnya di provinsi itu.
"Kami berharap presiden tidak mengeluarkan keputusan yang dapat menunda pelaksanaan Pilkada Aceh," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah [DPD] KNPI Kota Langsa Muhammad Nasir di Banda Aceh, Kamis [6/10/2011]
Ia mengatakan permintaan tidak menunda Pilkada Aceh itu juga telah disampaikan melalui surat Nomor 09/B/SEK/X/2011 yang dikirimkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Surat DPD KNPI Kota Langsa itu tembusannya antara lain Ketua DPR RI, Menko Polhukam, Mendagri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), DPP KNPI Pusat di Jakarta serta Gubernur Aceh, Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan DPD KNPI Aceh di Banda Aceh.
KIP sebagai pihak penyelenggara telah menetapkan tahapan lanjutan Pilkada Aceh dimulai pada 1 Oktober 2011. Sementara pemungutan suara akan dilaksanakan pada 24 Desember 2011. Oleh karenanya dalam suratnya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, KNPI Kota Langsa, menyebutkan terlalu besar "energi" Aceh terkuras hanya untuk memikirkan pilkada yang seharusnya berjalan normal.
"Kami khawatir dinamika yang semakin tajam akan mengarah pada penundaan pilkada dan kepala daerah di pejabatkan sementara, baik di provinsi maupun di kabupaten/kota," kata Muhammad Nasir.
KNPI menilai, jika pilkada ditunda maka akan berdampak kepada semua aktivitas baik kegiatan sosial, pembangunan akan terganggu dan terjadi kekhawatiran instabilitas.
Karena itu, jika keputusan penundaan pilkada bukan berlandaskan konstitusi, namun disebabkan keputusan politik secara tidak langsung telah menciptakan preseden buruk dalam penegakan konstitusi NKRI serta menjatuhkan kewibawaan hukum, khususnya di Aceh.
Selain itu, KNPI dalam suratnya ke Presiden menyebutkan tidak ada alasan penundaan pilkada di Aceh dengan pertimbangan kondisi di lapangan saat ini telah terpasang spanduk kandidat baik dari partai lokal maupun partai nasional dan independen.
"Itu menandakan persiapan pilkada dari sisi strategi sosialisasi kandidat, tim pemenangan dan melakukan konsolidasi internal sudah terjadi dari masing-masing kandidat," kata Muhammad Nasir.
Selain itu, para kontestan pilkada juga sudah mulai mendaftarkan diri ke masing-masing KIP. KIP juga sudah mensosialisasikan diri pada pesta demokrasi yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat Aceh. |AT/Yd/Ant

0 komentar:
Posting Komentar