News Update :

Exxon Mau Hengkang, Mercury Sebagai Kenangan, LSM Berang

Jumat, 14 Oktober 2011



Lhokseumawe| Acehtraffic.com-Menyikapi berakhirnya pengoperasian Exxon Mobil di Aceh Utara sejumlah elemen sipil mengadakan Focus  Group Discussion (FGD) di kantor Yayasan Sahara Lhokseumawe, Kamis (13/10). Diskusi itu diikuti sejumlah aktifis, pemerhati, staf dari Kantor Lingkungan Hidup Aceh Utara serta tokoh masyarakat yang ada di sekitar lokasi perusahaan raksasa tersebut.

Exxon Mobil akan habis kontrak operasionalnya di Aceh Utara pada tahun 2014 mendatang. Diperkirakan, sejumlah aset dan saham yang ada di perusahaan itu akan dihibahkan untuk Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Hal itu dikatakan Dahlan M Isa, Direktur Eksekutif Yayasan Sahara ketika membuka diskusi tersebut.

“Kewajiban Exxon Mobil bukan hanya sekedar menghibahkan aset yang mereka miliki. Tapi bagaimana, persoalan-persoalan yang masih mengganjal terkait perusahaan itu juga harus diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, staf dari Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Aceh Utara yang hadir pada diskusi tersebut Keumalahayati menegaskan, belum semuanya aset itu diserahkan ke Pemkab Aceh Utara saat ini. “Hanya beberapa unit saja yang baru diserahkan, belum semuanya,” tandas Keumalahayati. “Saya kira harus ada qanun untuk penyerahan aset. Ini untuk menilai kita dapat apa, dan kita tidak terjebak pada kepentingan sesaat. Jangan sampai banyak permasalahan yang ditinggalkan Exxon Mobil di Aceh,”  ujar Keumala.

Keumalahayati juga menyebutkan, pihaknya agak kesulitan ketika meminta jadwal pemantauan kepada perusahaan yang akan dilakukan pihaknya. “Sebelum aset itu diserahkan, Exxon Mobil harus melakukan pengecekan secara keseluruhan terhadap aset yang akan diserahkan,” demikian Keumala. |AT/Yd/Tgj
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016