Singkil | Acehtraffic.com - Seorang bakal calon (balon) Bupati Aceh Singkil, Ali Hasmi alias Tomy, menolak tes baca quran, yang dilaksankan Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat, Rabu (19/10) di masjid Nurul Makmur, Pulau Sarok.
Sementara Ranto pasangannya, bersedia mengikuti salah satu sarat untuk lolos menjadi kandidat calon pemimpin tanah sekata sepakat tersebut.
Berdasarkan nomor undian, Tomy yang diusung Partai Demokrat dan PKB, giliran ke-13 membaca Quran. Namun begitu juri memanggil, menyatakan tidak bersedia dengan alasan baca Quran tidak menjamin menghasilkan bupati yang bersih menjalankan amanat rakyat, serta sederet alasan lainnya.
Sempat terjadi adu argumen, hingga akhirnya tes baca Kalam wahyu Illahi itu dilanjutkan ke nomor undian selanjutnya.
Secara terpisah Tomy pada Serambi membantah bila dianggap tidak bisa baca Quran. “Yang jadi soal, kenapa pelaksanaan syariat Islam secara kaffah hanya berlaku waktu mau pilkada, tidak diterapkan di segala lini kehidupan. Kemudian apakah jadi jaminan bisa baca Quran menjadi bupati bersih,” kilah Tomy.
Ketua KIP Aceh Singkil Ahmad Fansuri menyatakan, terkait kejadian tersebut, pihaknya akan menentukan sikap setelah menerima hasil tes baca Quran dari juri yang ditunjuk. “Hal ini akan kami sikapi setelah diplenokan apa keputusan bagi bakal calon yang tak mau ikut baca Quran,” katanya.
Tes baca Quran bagi balon bupati/wakil bupati Aceh Singkil dihadiri tujuh pasangan. Berdasarkan nomor urut dimulai dari Yulihardin, Syaiful Umar, Burhanuddin Berkat, Dulmursyid, Syamsul Bahri dan Asbaruddin. Selanjutnya Syafril Harahap, Muhammadin, Rafi’i Munir, Safriadi, Ranto, Sazali, Ali Hasmi alias Tomy (menolak baca-red) dan terakhir Mansurdin.|AT/RD/SRB
Berdasarkan nomor undian, Tomy yang diusung Partai Demokrat dan PKB, giliran ke-13 membaca Quran. Namun begitu juri memanggil, menyatakan tidak bersedia dengan alasan baca Quran tidak menjamin menghasilkan bupati yang bersih menjalankan amanat rakyat, serta sederet alasan lainnya.
Sempat terjadi adu argumen, hingga akhirnya tes baca Kalam wahyu Illahi itu dilanjutkan ke nomor undian selanjutnya.
Secara terpisah Tomy pada Serambi membantah bila dianggap tidak bisa baca Quran. “Yang jadi soal, kenapa pelaksanaan syariat Islam secara kaffah hanya berlaku waktu mau pilkada, tidak diterapkan di segala lini kehidupan. Kemudian apakah jadi jaminan bisa baca Quran menjadi bupati bersih,” kilah Tomy.
Ketua KIP Aceh Singkil Ahmad Fansuri menyatakan, terkait kejadian tersebut, pihaknya akan menentukan sikap setelah menerima hasil tes baca Quran dari juri yang ditunjuk. “Hal ini akan kami sikapi setelah diplenokan apa keputusan bagi bakal calon yang tak mau ikut baca Quran,” katanya.
Tes baca Quran bagi balon bupati/wakil bupati Aceh Singkil dihadiri tujuh pasangan. Berdasarkan nomor urut dimulai dari Yulihardin, Syaiful Umar, Burhanuddin Berkat, Dulmursyid, Syamsul Bahri dan Asbaruddin. Selanjutnya Syafril Harahap, Muhammadin, Rafi’i Munir, Safriadi, Ranto, Sazali, Ali Hasmi alias Tomy (menolak baca-red) dan terakhir Mansurdin.|AT/RD/SRB


0 komentar:
Posting Komentar