Banda Aceh | Acehtraffic.com – Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Aceh [GMA] menyikapi pernyataan ketua partai Aceh Muzakkir Manaf tentang polemik pelaksanaan pilkada Aceh di Simpang Lima Banda Aceh. Minggu [9/10/2011] tadi malam.
Dalam pernyataan sikapnya, mereka menilai pernyataan Muzakkir Manaf tidak mencerminkan upaya partai aceh untuk menyelamatkan UUPA. Dia Menyebutkan langkah partainya memboikot Pilkada sebagai upaya untuk menyelamatkan perjanjian damai antara pemerintah RI dan GAM yang ditandatangani 15 Agustus silam.
“Kenapa hanya pasal 256 (calon independen) saja yang diributkan, sikap PA itu bukti bahwa mereka takut bersaing dengan calon yang melaju dengan menggunakan jalur independen” Ungkap demostran dalam orasinya.
Safaruddin menyebutkan, langkah yang diambil oleh PA yang merupakan mantan kombatan GAM tidak mementingkan kepentingan publik. Mereka pada umumnya dari kalangan GAM menyatakan ingin menyelamatkan UUPA dan MoU, nyatanya semua pasal yang disebutkan dalam MoU dan UUPA yang belum terimplementasi tidak pernah dipersoalkan.
“mereka hanya mempersoalkan independen, sementara tapal napol aceh yang masih mendekam dalam penjara tidak dihiraukan, begitu pun KKR dan pengadilan HAM, begitupun bagi hasil migas, apakah itu bukan pasal UUPA”, Tanya Safar dalam orasinya.
Aksi tersebut berakhir ketika dibubark paksa oleh polisi dari Kapoltabes, karena mendapat perlawan akhirnya sepuluh mahasiswa ditangkap. Mahasiswa yang ditangkap tersebut diantaranya Safaruddin, Fakhrur Razi, Zikrullah, Basyaruddin Asya, Auliannur, Helmi, dua anak punk yang sedang ngamen dijalan tersebut dan dua lagi belum terdeteksi.
Menurut informasi yang diterima Acehtraffic.com, aksi tersebut dibubarkan karena tidak ada izin “Alasan penangkapan cuma gara-gara izin aksi, padahal aksi selama ini pun tak pernah ada izin, ini pasti ada sebuah penafsiran yang miring”, Ungkapnya di facebook.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. |AT/Fah/Yd
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. |AT/Fah/Yd

0 komentar:
Posting Komentar