MEULABOH |acehtraffic.com- Sidang Badan Musyawarah (Banmus) DPRK Aceh Barat, Kamis (22/9) sempat gaduh. Anggota dewan dari PKS, Ridwan IB, mengamuk di ruang sidang lantai II. Ia kecewa terhadap pengalokasian proyek dana APBN-P 2011 dengan plot anggaran Rp 14,4 miliar yang ternyata tidak satu pun dialokasikan ke Woyla, daerah asal pemilihannya.
Dalam aksi protesnya itu Ridwan IB membanting mikrofon sehingga mengeluarkan suara cukup keras dan mengagetkan peserta sidang. Setelah itu ia bergegas ke luar (walk out) dari ruang sidang.
Sebelumnya, ia sudah sempat mempertanyakan kenapa anggaran APBN-P 2011 yang diplot untuk Aceh Barat tidak merata, bahkan untuk Kecamatan Woyla tak satu pun kebagian. Ridwan menilai, tindakan Banmus tersebut tidak adil, sehingga ia bereaksi keras.
Sidang yang dikejutkan oleh ulah Ridwan IB itu dipimpin Wakil Ketua Dewan, Herman Abdullah. Agenda pokoknya adalah mengesahkan dana sharing Pemkab Aceh Barat sebesar Rp 800 juta guna mendapatkan anggaran APBN-P 2011 sebesar Rp 14,4 miliar.
Dari eksekutif, hadir dalam sidang itu adalah Asisten Pembangunan dan Ekonomi Pemkab Aceh Barat, Drs Hasan Abdullah, Kadis Pendidikan Bismi SPd, Kadis Cipta Karya dan Pengairan Ir Sofyan, serta sejumlah pejabat lainnya.
Agenda yang dibahas khusus saat itu menyangkut dua dinas yang akan mengelola dana APBN-P 2011, yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya & Pengairan.
Herman Abdullah yang ditanyai kemarin mengakui bahwa benar ada insiden seorang anggota Banmus DPRK Aceh Barat meluapkan kekecewaannya karena tidak satu proyek pun diplotkan untuk Kecamatan Woyla, baik dari Dinas Pendidikan maupun Dinas Cipta Karya dari dana APBN-P 2011. Sedangkan kecamatan lainnya semua kebagian proyek.
“Itu usulan dari eksekutif, sedangkan kita di DPRK hanya mengesahkannya saja,” ujar Herman seraya menjelaskan bahwa setelah sempat diprotes Ridwan IB, sidang itu kembali berjalan lancar, meski tanpa kehadiran Ridwan yang memilih walk out. |AT/serambi
Sebelumnya, ia sudah sempat mempertanyakan kenapa anggaran APBN-P 2011 yang diplot untuk Aceh Barat tidak merata, bahkan untuk Kecamatan Woyla tak satu pun kebagian. Ridwan menilai, tindakan Banmus tersebut tidak adil, sehingga ia bereaksi keras.
Sidang yang dikejutkan oleh ulah Ridwan IB itu dipimpin Wakil Ketua Dewan, Herman Abdullah. Agenda pokoknya adalah mengesahkan dana sharing Pemkab Aceh Barat sebesar Rp 800 juta guna mendapatkan anggaran APBN-P 2011 sebesar Rp 14,4 miliar.
Dari eksekutif, hadir dalam sidang itu adalah Asisten Pembangunan dan Ekonomi Pemkab Aceh Barat, Drs Hasan Abdullah, Kadis Pendidikan Bismi SPd, Kadis Cipta Karya dan Pengairan Ir Sofyan, serta sejumlah pejabat lainnya.
Agenda yang dibahas khusus saat itu menyangkut dua dinas yang akan mengelola dana APBN-P 2011, yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya & Pengairan.
Herman Abdullah yang ditanyai kemarin mengakui bahwa benar ada insiden seorang anggota Banmus DPRK Aceh Barat meluapkan kekecewaannya karena tidak satu proyek pun diplotkan untuk Kecamatan Woyla, baik dari Dinas Pendidikan maupun Dinas Cipta Karya dari dana APBN-P 2011. Sedangkan kecamatan lainnya semua kebagian proyek.
“Itu usulan dari eksekutif, sedangkan kita di DPRK hanya mengesahkannya saja,” ujar Herman seraya menjelaskan bahwa setelah sempat diprotes Ridwan IB, sidang itu kembali berjalan lancar, meski tanpa kehadiran Ridwan yang memilih walk out. |AT/serambi


0 komentar:
Posting Komentar