
Meulaboh -- Lima warga Desa Paya Baroh, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengaku dijemput paksa oleh oknum Polisi karena tuduhan pencurian bibit sawit milik PT Mapoli Raya. "Kami dijemput satu persatu oleh oknum polisi petugas di PAM PT Mapoli Raya karena dituduh melakukan pencurian, tapi setelah kami diinterogasi di lepas lagi karena memang kami tidak mencuri," kata Zubir [25] salah satu warga kepada wartawan di Meulaboh, Sabtu [17/9/2011].
Disebutkan, yakni Zubir [25], Idram [25], Wali [25], Alam [22], dan Rono [23], mengaku dijemput saat berada di rumahnya oleh seorang oknum pemuda berpakaian dinas Polri Satuan Brigade Mobil (Brimob) dengan mengenakan mobil berwarna hitam gelap hari Selasa [13/9/2011] malam, sehingga keempat rekannya saat ini mengaku trauma dan takut keluar rumah usai kejadian itu.
Kepada wartawan ia mengatakan sesampainya di tempat penjagaan mereka diinterogasi dan diintimidasi bahkan dipukul dengan sebuah buku kemudian dibariskan dan dipaksa mengaku benar mencuri bibit kelapa sawit milik perusahaan itu.
Sementara itu Komandan Pos PAM PT Mapoli Raya, Aiptu Pol Hasanuddin, membenarkan penjemputan itu akan tetapi tidak sepakat dengan tuduhan kekerasan, karena anggotanya hanya melakukan pemukulan ringan dengan buku.
"Nggak ada pemukulan keras, cuma dipukul ringan dengan sebuah buku dan itu pun tidak berdampak apa-apa, mengenai letusan senjata seperti yang diisukan itu tidak ada, mungkin kembang api," tegasnya.
Menurut Hasanuddin, penjemputan kepada lima warga yang juga pekerja di perusahaan perkebunan sawit tersebut, karena mereka adalah petugas jaga malam bergilir saat malam kejadian hilangnya 529 bibit sawit milik perusahaan.
Ia menjelaskan, penjemputan itu dilakukan pihaknya karena kelima petugas jaga malam itu tidak mengindahkan panggilan pihaknya untuk dimintai keterangan penyebab hilangnya harta milik perusahaan PT Mapoli.
Menurutnya orang yang pertama harus diminta keterangan adalah kelima penjaga itu karena mereka yang bertangungjawab keamanan perusahaan, namun karena jawaban mereka berbelit-belit terpaksa dipukuli.
"Ya wajarlah kalau mereka pihak pertama kita mintai keterangan, karena mereka yang kita tempatkan sebagai penjaga malam di Pos perusahaan, karena tidak mungkin hilang barang perusahaan kalau ada penjagaannya," pungkasnya. |AT/Yd/Antara

0 komentar:
Posting Komentar