News Update :

Kronologis Khatib Shalat Jumat Dihajar Diatas Mimbar [versi korban]

Jumat, 09 September 2011



Siglie -- Ketua Muhammad Nazar Centre [MNC] wilayah Pidie, Teungku Saiful Bahri yang dihajar ketika sedang memberi nasehat [menyampaikan khutbah] shalat Jumat di Masjid Keude Keumala, Pidie, Khatib yang berasal dari Gapui, Kecamatan Indrajaya ini menyampaikan kritikan tajam terhadap perilaku politisi lokal dan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka di Masjid Keude Keumala. Jumat [9/9/2011].

Berikut wawancara Tgk Saiful Bahri [korban] melalui telpon selular, tadi pukul 17.20 WIB. Seperti yang dilansir Atjehpost.com 

Informasi kami peroleh, anda dipukul saat menyampaikan khutbah, apa benar?
Teungku Saiful Bahri: Iya, benar.

Bagaimana kronologis kejadian itu?
Saat itu saya sedang menyampaikan khutbah, lebih kurang sudah setengah jam di mimbar. Dibeudoh sidroe awak GAM [bangkit seorang mantan anggota GAM]. Langsung berteriak, tron-tron bek kampanye inan (turun-turun jangan berkampanye di situ). Saya bilang, pane na kampanye [mana ada kampanye].

Saya melanjutkan tausiah khutbah, saya tidak grogi. Lalu, dia meninju saya. Kemudian bangun yang lainnya mengeroyok, saya masih di mimbar. Saat diserang ramai-ramai, ada yang kena dan ada yang berhasil saya tangkis. Bersamaan dengan itu, jamaah salat Jumat membacakan kalimah Allahu Akbar ... Allahu Akbar.... Suasana sudah seperti perang di Arab. Ada juga jamaah yang membantu peugla (melerai).

Mungkin dalam jamaah itu ada anggota polisi yang salat. Makanya tidak lama berselang  datang anggota polisi lainnya mengamankan saya ke Polsek Keumala.

Kabarnya, anda juga mantan GAM, dan sekarang menjadi Ketua MNC wilayah Pidie, apa ada kaitannya dengan hal itu sehingga anda diserang?
Saya dulu Hakim GAM Sagoe Mila [Pidie]. Kejadian hari ini tidak ada hubungannnya dengan MNC. Memang kebetulan saat ini saya dipercayakan sebagai Ketua MNC wilayah Pidie.

Oya, mungkin dulu waktu dalam bulan puasa, kami sebagai Tim Sukses Muhammad Nazar [Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar yang akan maju sebagai calon Gubernur] ada turun ke desa-desa, membuat safari ramadhan. Tapi kami tidak menjelek-jelekkan pihak lain, juga tidak kampanye, hanya memperkenalkan diri kepada masyarakat bahwa kami Tim Ses Muhammad Nazar.

Mungkin karena pengaruh isi khutbah yang anda sampaikan tadi. Apa saja yang anda  paparkan?
Saya jelaskan kepada jamaah salat Jumat tentang suasana hari raya. Bahwa pada pagi hari raya, umat muslim telah diampuni dosa-dosanya. Kecuali empat golongan yang tidak diampuni dosa. Pertama, orang yang terus menerus berkelakuan mabok [mabuk] termasuk mabok ganja. Kedua, orang yang durhaka kepada orangtua atau ibu bapaknya. Ketiga, golongan orang yang memutuskan silaturrahmi antarsesama. Keempat, orang yang memelihara dendam lebih tiga hari. Saya menjelaskan itu mengutip hadist Rasulullah.

Hanya tentang itu, tidak ada hal lain atau yang mengarah ke politik?
Tidak ada. Memang cuma tentang itu.

Akibat kena pukulan, apakah Teungku terluka?
Ya, luka di alis mata kanan, robek, harus dijahit empat kali. Pada anggota badan bagian lain juga kena, tapi tidak memar.

Sekarang, apa langkah yang anda lakukan?
Saya sedang di Polres Pidie memberi keterangan. Awalnya tadi di Polsek Keumala, setelah alis mata saya dijahit, saya ke Polres Pidie. |AT/Yd/Atjehpost.com
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016