News Update :

Kerusakan Lingkungan Karena Masyarakat Kurang Paham

Kamis, 22 September 2011



Banda Aceh -- Salah satu penyebab kerusakan lingkungan akhir-akhir ini dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan dan menjaga ekosistem tersebut, kata Sekretaris Daerah [Sekda] Kabupaten Aceh Tengah, Khairul Asmara. "Penting memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat menjaga/melestarikan lingkungan sebagai upaya mengantisipasi kerusakan yang dapat menimbulkan bencana alam," katanya disela-sela membuka sosialisasi pengelolaan lingkungan hidup di Takengon, Rabu [21/9/2011]

Melalui Kabag Humas Pemkab Aceh Tengah Windi Darsa, dijelaskan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti pentingnya menjaga lingkungan bagi mereka harus menjadi prioritas pemerintah dan elemen lainnya.

"Karenanya, pihak-pihak yang berkepentingan harus bertanggung jawab dalam memberikan pengertian dan upaya meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga lingkungannya masing-masing," katanya menambahkan.

Disebutkan, Aceh Tengah dengan topografi perbukitan menjadi  salah satu daerah rawan bencana alam terutama  tanah longsor. Memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya melestarikan lingkungan merupakan suatu bentuk antisipasi yang dilakukan untuk mengurangi kerusakan lingkungan, katanya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, sehingga apabila terdapat indikasi ada pihak yang ingin merusak hutan atau membakar saat musim panas maka segera hubungi pihak yang berwajib," katanya menjelaskan.

Khairul mengatakan, pemerintah tidak bisa bekerja sepihak dalam mengelola lingkungan hidup, karenanya peran serta masyarakat juga sangat menentukan dalam pengelolaan lingkungan hidup dimasa mendatang.

"Lingkungan sebagai tempat tinggal kita selama ini adalah titipan yang harus kita wariskan kepada anak cucu kita kelak, karenanya mari bersama mengelola lingkungan hidup agar senantiasa lestari dan tetap memberikan manfaat bagi semua," katanya menjelaskan.

Sosialisasi pengelolaan lingkungan hidup itu  diikuti sebanyak  40 orang yang terdiri dari unsur aparat kampung, guru, mahasiswa dan perwakilan masyarakat. |AT/Yd/Antara
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016