
Lhokseumawe -- Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, akan melaporkan distributor elpiji isi tiga kilogram yang nakal kepada pihak berwajib, bila ditemukan melakukan kecurangan terhadap penyaluran bahan bakar rumah tangga tersebut.
Kasi Perlindungan Konsumen dan Pengelolaan Pasar pada Disperindagkop Kota Lhokseumawe Ibrahim di Lhokseumawe, mengatakan, saat ini pihaknya sedang menelusuri perkembangan harga gas elpiji tiga kilogram di pasaran yang diduga dinaikkan sepihak oleh distributor. Rabu, [21/9/2011]
Pasalnya, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, harga gas elpiji tiga kilogram dijual dengan harga tinggi jauh diatas harga yang dibenarkan oleh pemerintah. Kondisi tersebut tentu saja memberatkan konsumen, katanya.
Langkah yang dilakukan, lanjut Ibrahim, pihaknya menelusuri ke distributor hingga ke agen-agennya. Apabila ditemukan adanya pihak yang bermain terhadap melonjaknya harga gas tersebut, akan segera dilaporkan kepada pihak berwajib.
"Kita akan laporkan distributor atau agen yang menyalurkan gas elpiji dengan harga di atas kewajaran kepada pihak berwajib sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen nomor 8 tahun 1999. Apabila terbukti secara hukum berlaku curang sehingga mengakibatkan kerugian konsumen," tegasnya.
Dikatakan, dirinya juga mempertanyakan apa alasan kenaikan harga gas elpiji di Lhokseumawe hingga Rp20.000/tabung [isi 3 Kg]. Padahal di Lhokseumawe sendiri ada tempat pengisian gas elpiji [SPBE] yang terletak di Kecamatan Muara Dua.
"Kita juga akan bertanya langsung ke pihak SPBE terkait mahalnya harga gas elpiji di pasaran selama ini. Rencana kita dalam beberapa hari ini. Kita akan datangi pihak SPBE untuk menanyakan masalah tersebut," ungkap Ibrahim lagi.
Saat ini, harga gas elpiji ukuran 3 Kg di Lhokseumawe harganya sangat bervariasi, ada yang menjual Rp18.000 hingga Rp21.000/tabung. Salah seorang pedagang kios yang juga menjual gas elpiji ukuran 3 Kg, mengatakan, dirinya menjual gas elpiji dengan harga Rp18.000/Kg, karena harga beli dari penyalur Rp16.000/tabung sampai di tempat.
Bahkan, stok gas elpiji di kiosnya juga tidak selalu ada, karena menurut penyalur yang mengantarkan gas ke tempatnya, stok agak susah karena di datangkan dari Sumatera Utara, sehingga harus menunggu datangnya barang dari sana.
Sementara itu, salah seorang ibu rumah tangga Kamariah mengatakan, dirinya membeli gas elpiji seharga Rp20.000/tabung, bahkan terkadang ada yang sampai mencapai Rp21.000/tabung [isi 3 Kg]. |AT/Yd/Antara

0 komentar:
Posting Komentar