
PEKANBARU - Sebanyak 50-an wartawan di Pekanbaru, Riau mengadakan aksi demo di depan kediaman rumah dinas Gubernur Riau. Hal ini menyusul ancaman pembunuhan terhadap salah satu wartawan di Pekanbaru oleh tiga pejabat Pemprov Riau.
Aksi yang dilakukan para jurnalis ini dimulai sekira pukul 20.00 WIB dengan pertama melakukan longmach dari jalan Sumatera menuju jalan Diponegoro sambil membawa lilin sebagai pertanda duka cita atas diinjak-injak kebebasan pers.
Aksi solidaritas dari berbagai media nasional dan lokal ini juga sempat diwarnai aksi saling dorong dengan petugas Satpol PP, ketika wartawan ini menemui gubernur.
“Ancaman pembunuhan oleh Surya Maulana sebagai Karo Umum Pemprov Riau akibat pemberitaan kepada salah satu wartawan itu sudah melanggar hukum dan ini juga sebagai cara membungkam kebebasan pers," kata Sahnan Rangkuti sebagai ketua kordinator aksi, Kamis, [25/8]
Untuk itu para wartawan meminta kepada Gubernur Riau Rusli Zainal melakukan evaluasi terhadap kinerja Surya Maulana dan dua stafnya yang melakukan intimidasi dan ancaman kepada Hengki salah satu wartawan terbitan Pekanbaru.
“Jika memang keberatan dengan pemberitaan, kan ada jalurnya, seperti meminta hak jawab ke media atau bisa juga mengadu ke Dewan Pers. Bukan dengan melakukan aksi premanisme. Dia kan pejabat yang sehari-hari berhadapan dengan wartawan, masak tindakannya seperti preman pasar," kata Jupernalis Samosir yang juga Ketua PWI Reformasi.
Ancaman pembunuhan terhadap wartawan ini terkait pemberitaan penyunatan dana bantuan sosial untuk bantuan masjid di Pekanbaru yang di duga dilakukan Surya Maulana. Hal ini yang membuat Surya geram. Puncaknya, kemarin dia bersama dua anggotanya menciduk salah satu wartawan di Kantor Gubernur.
Hengki yang semula hendak mengkonfirmasi berita ke Gubernur Riau pun dibawa ketiga pejabat tersebut ke suatu tempat. Di sana dia diintimidasi dan diancam dibunuh jika terus memberitakan kasus penyunatan uang masjid itu. |AT/Okz

0 komentar:
Posting Komentar