News Update :

GAMBIT Comics itu “beracun” Dan GAMBIT Aceh Timur Itu "Pejuang"

Jumat, 26 Agustus 2011


Ini tentang Gambit yang memiliki kemampuan melebihi orang biasa. Ia tidak hanya bisa memanipulasi energi kinetik berupa listrik. Dengan kemampuan ini ia bisa saja meledakkan sesuatu hanya dengan menyentuhnya. Gambit juga bisa melempar dengan ketepatan 100 %, dan sekaligus dulunya memiliki kemampuan untuk mencuri.

Meski Gambit sudah memiliki kemampuan super ia tetap sosok yang mau mengasah keahliannya dalam bertarung melalui berlatih seni beladiri sehingga saat ia bertarung dengan tangan kosong atau dengan tongkat besinya ia benar-benar menjadi sosok yang tangguh.

Gambit semakin hebat justru ketika ia dibutakan matanya oleh orang pintar yang memiliki keahlian dalam manipulasi. Kebutaan itulah yang membuat Gambit memiliki kemampuan melihat masa depan. Terakhir, karena ulah orang lain Gambit justru menjadi sosok yang memiliki kemampuan mengubah apapun yang dipegangnya menjadi racun.

*****
Sosok Gambit di atas tentu saja bukan Gambit yang sekarang sedang menjadi fenomena di Aceh, khususnya di Aceh Timur. Gambit di atas adalah karakter fiksi dalam komik Uncanny X-Men (Agustus 1990) dan dalam 2 komik lain yaitu kelompok X-Force dan Gambit & the X-Ternals.

Jika Gambit di atas adalah sosok fiksi maka Gambit di Aceh Timur adalah nama alias dari nama asli Sukardi (30) yang mengakui diri sebagai anggota GAM meski kemudian oleh KPA diragukan eksistensinya dalam masa perjuangan GAM dulu.

Jika Gambit di komik adalah sosok manusia mutan yang memiliki kemampuan super, termasuk dalam menyerang, bela diri dan mencuri serta memiliki tongkat besi maka Gambit di Aceh Timur, dengan senjata yang dimilikinya mampu melakukan serangan yang menurutnya sebagai kerja menuntut keadilan dan bukan sebagai pelaku kriminal meski diakui telah melakukan serangkaian aksi penembakan tehadap fasilitas milik kader Partai Aceh.

Terakhir, jika Gambit di komik jelas sebagai tokoh rekaan pengarangnya dan sejumlah kemampuannya juga disebabkan oleh faktor-faktor eksternal maka Gambit di Aceh belum diketahui apakah juga tokoh rekaan? Saya juga tidak punya akses yang bisa sampai pada kesimpulan bahwa benar atau bukan tokoh rekaan. Hanya saja ada dua petunjuk yakni keraguan pihak KPA yang kemudian kembali dipertegas oleh Gambit tentang identitas ke-gam-annya dan pernyataan Kapolda Aceh melalui media yang menduga bahwa ada yang membacking dan melindungi aksi-aksi Gambit. Siapa mereka?

Sekarang yang jadi menarik adalah soal kepentingan pihak-pihak eksternal dalam mengelola isu Gambit, yang kemudian justru membuat sosok Gambit bukan hanya sebatas pelaku kriminal sebagaimana ditegaskan oleh pihak polisi, atau tidak lagi hanya sekedar usaha kerja menuntut keadilan sebagaimana ditegaskan sendiri oleh Gambit, melainkan Gambit sudah menjadi sosok yang "super" secara politik karena bisa dipakai sebagai alat "ceumukeh," alat "ceumutit," dan alat "ruge-ruge" yang ditujukan untuk pihak tertentu.

*****
Disinilah kesamaan akhir cerita dari Gambit di komik dengan Gambit di Aceh Timur. Jika Gambit di komik berhasil diubah --oleh kelompok ilmuan yang memiliki kemampuan manipulasi dan genetika--menjadi sosok Horseman of Death (Penunggang Kuda Kematian) maka Gambit di Aceh Timur saat ini "berhasil" dijadikan sebagai "Kuda Geurubak Politek" oleh pihak-pihak eksternal GAM. Akankah Gambit mengubah cara “advokasinya” ke jalur-jalur yang sesuai dengan hukum, demokrasi, dan etika keacehan? Atau, sebaliknya, menikmati menjadi diri yang temanipulasi secara pikiran untuk digunakan oleh pihak ekternal untuk “mematikan” organisasi yang diakuinya sebagai “rumah perjuangannya” dulu?

Jika benar Gambit ingin berjuang untuk keadilan tentu saja ia tidak mau berakhir sebagaimana nasib Gambit dalam komik yang menjadi sosok “beracun” sehingga aksi kriminalitas yang mengatasnamakannya bisa saja akan menjadi “racun” bagi dirinya sendiri.  Hom-Hai. |AT/Acehpost
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016