News Update :

RP 14 Miliar Untuk Kepala Khadafi

Kamis, 25 Agustus 2011



TRIPOLI – Para pemberontak merayakan keberhasilan merebut kompleks kediaman Muammar Khadafi, Bab al-Azizya, Tripoli, kemarin.Setelah menguasai kompleks kediaman Muammar Khadafi di Bab Al- Azizya, Tripoli, pasukan pemberontak kini memburu pemimpin Libya itu dan sisa-sisa pasukannya. 

Pemberontak menawarkan hadiah USD1,7 juta (Rp14,5 miliar),bagi siapapun yang bisa menangkap Khadafi. Hingga kemarin,keberadaan penguasa Libya selama 42 tahun itu belum terlacak. Pemberontak mengaku tidak mendapati jejak Khadafi saat menyerbu Bab Al- Azizya. 

”Bab Al-Azizya berada dalam kontrol kami sepenuhnya sekarang.Kolonel Khadafi dan putranya tidak ada di sana. Tidak seorang pun tahu di mana mereka,” papar juru bicara pasukan pemberontak Kolonel Ahmed Bani di Tripoli. Rabu [24/8].

Pemberontak akhirnya menguasai Bab Al-Azizya setelah bertempur sengit dengan pasukan loyalis Khadafi. Menurut pemberontak, sebanyak 400 orang tewas dan 2.000 lainnya cedera dalam tiga hari terakhir pertempuran antara gerilyawan dan pasukan yang setia kepada Khadafi. 

Dalam wawancara dengan televisi France 24, pemimpin pemberontak Mustafa Abdel Jalil mengatakan, 600 pasukan propemerintah telah ditangkap. Meski begitu, pertempuran belum berakhir hingga Khadafi dapat ditangkap.”Tiga wilayah di Ibu Kota masih melawan, termasuk Abu Salim, lokasi penyerangan puluhan mortir,”katanya. 

Pemberontak mengatakan, pendukung Khadafi di kota Sirte, tempat kelahirannya, menembakkan satu rudal ke Misrata yang dikuasai pemberontak. Sedangkan di bagian timur, pemberontak berhasil menguasai kota Ras Lanuf di jalan menuju Sirte. Mustafa Abdel Jalil berjanji pemerintah transisi akan menggelar pemilihan umum (pemilu) dalam delapan bulan. 

Dia juga menegaskan,Khadafi akan diadili di Libya. ”Dalam delapan bulan, kami akan menggelar pemilu legislatif dan presidensial. Kami ingin pemerintahan demokratis dan sebuah konstitusi,” janji Jalil,yang menjabat Ketua Dewan Transisi Nasional (NTC). 

”Selain itu, kami juga tidak ingin melanjutkan menjadi terisolasi di dunia karena kami sudah bangkit sekarang.” Dari tempat persembunyiannya kemarin, Khadafi masih dapat mengirimkan pesan. Dalam pidato yang disiarkan oleh laman stasiun televisi yang dipimpin putranya, Saif Al-Islam, Khadafi menegaskan, dia telah meninggalkan kompleks kediamannya sebagai taktik mundur.

Bab Al- Azizya kini hancur akibat serangan bombardir pesawatpesawat NATO. ”Bab Al-Azizya tidak berarti apa pun, hanya puing setelah lokasi itu menjadi target 64 rudal NATO dan kami keluar dari sana sebagai taktik,”ujar Khadafi. 

Dia tidak memberikan petunjuk tentang tempatnya bersembunyi. Dalam pesan audio selanjutnya yang disiarkan stasiun televisi Arrai Oruba yang berpusat di Suriah, Khadafi mengatakan,dia berada di jalanan Tripoli tanpa dikenali siapa pun. 

”Saya berjalan biasa, tanpa seorang pun melihat saya, dan saya melihat para pemuda siap membela kota mereka,” tutur Khadafi, tanpa menjelaskan di mana dia berjalan. ”Penduduk, sukusuku, tetua-tetua, ayo turun ke jalanan dan bersihkan tikustikus Tripoli.” 

Juru bicara Khadafi, Mussa Ibrahim, melalui saluran televisi Arrai Oruba mengklaim bahwa lebih dari 6.500 sukarelawan telah tiba di Tripoli untuk berjuang bersama rezim. Ibrahim menyerukan lebih banyak sukarelawan untuk membela Khadafi. 

Negosiasi Perdamaian 

Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan, masih ada dua kekuatan di Libya, meski pemberontak sukses menguasai Tripoli. Medvedev menyerukan pembicaraan untuk menyelesaikan konflik. ”Meski pemberontak sukses, Khadafi dan pendukungnya tetap memiliki pengaruh dan potensi militer. Kami ingin mereka duduk di meja negosiasi dan mencapai kesepakatan untuk perdamaian masa depan,”papar Medvedev.”Artinya, di sana ada dua kekuatan.” 

Di London,juru bicara pemberontak Guma Al-Gamaty mengatakan, kepemimpinan NTC akan menghormati kontrak- kontrak yang ditandatangani sejumlah perusahaan asing dan rezim Khadafi. Saat ditanya kontrak-kontrak mana yang akan dihormati, dia mengatakan, ”Mereka akan dihormati.” Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle mengaku siap memainkan peran kunci dalam pembangunan kembali Libya. 

”Libya membutuhkan rekonstruksi untuk menyediakan stabilitas bagi negeri.Jerman memiliki pengalaman dan keahlian khusus dalam hal ini. Kami akan bersama Libya memberi saran dan bantuan jika diinginkan,” tuturnya. Berlin menawarkan pinjaman 100 juta euro untuk NTC di Benghazi.Pinjaman itu untuk bantuan sipil dan kemanusiaan. 

Sementara China meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memimpin rekonstruksi pascaperang di Libya. Beijing mendorong transisi politik yang lancar. China juga ingin membantu mengembalikan stabilitas di Libya. ”PBB harus menjadi pemeran utama dalam penanganan pascaperang di Libya,”ujar Menlu China Yang Jiechi mendesak Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. 

Yang Jiechi juga berbicara melalui telepon dengan Menlu Brasil Antonio Patriota dan mengatakan bahwa China ingin bekerja sama dengan negaranegara berkembang untuk membantu menstabilkan Libya. 

Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat (AS) telah memberikan bantuan finansial dan diplomatik pada oposisi Libya. Komentar Yang tampaknya menunjukkan penolakan jika ketiga negara itu yang mengontrol upaya rekonstruksi di negara yang kini porak-poranda tersebut. 

China awalnya mempertahankan kebijakan tidak intervensi dan netralitas publik dalam konflik.Tapi,kemudian menunjukkan keinginan untuk terlibat, menggelar perundingan dengan kedua pihak, yakni pejabat Libya dan pemberontak. |AT/Yd/Sindo
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016