
Bandung - Kekhidmatan upacara peringatan Hari Ulang Tahun [HUT] ke-66 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jabar tiba-tiba dihebohkan oleh kedatangan pria berbaju hitam-hitam.
Kehebohan terjadi setelah pria yang mengaku bernama Muhamad Sulaeman itu datang dari samping kiri tenda utama. Pria asal Lembang itu membawa poster berbahan dasar stereofoam bertuliskan Patung Garuda Telah Mati dan Islam Akan Tetap Hidup.
Kontan perhatian sebagian peserta tersedot kepada aksi Sulaeman. Oleh seorang aparat kepolisian, Sulaeman digiring keluar dari lokasi, tepatnya di depan toilet.
Dalam posternya, Sulaeman juga menggambarkan lambang Garuda Pancasila yang lehernya terpotong.
Muhammad Cucu Sulaeman (34), guru privat pembuat heboh upacara Hari Ulang Tahun [HUT] ke-66 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jabar, tidak takut ditangkap polisi.
Bahkan ia siap dikonfrontrasi terkait misinya membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.
"Silakan tangkap saya. Semua datanya lengkap. Saya bukan mencari perhatian atau ingin dipuji. Saya murni berjuang menegakkan nilai," kata Sulaeman kepada wartawan usai diamankan aparat kepolisian dari lokasi upacara di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu [17/8]
Menurut Sulaeman, aparat memiliki tugas dan kewajiban mengamankan para pengacau keamanan. Namun ia merasa bukan pengacau, tetapi memperjuangkan hak warga negara Indonesia.
"Kita sekarang benar-benar merdeka gak? Saya tidak. Saya perjuangkan ini selamanya. Saya tidak takut ditangkap," tuturnya. |AT/Yd/Inilah.Com

0 komentar:
Posting Komentar