Mobil double cabin BK 8743 itu, ada dua
lubang bekas tembakan di kaca bagian kanan depan atau samping sopir.
Satu lubang bekas tembakan di kaca bagian kiri belakang. Sedangkan kaca
bagian kiri depan hancur total. Sementara kaca bagian depan retak akibat
satu lubang yang tidak tembus.
Di dalam mobil terlihat bagian
atas sandaran jok kiri depan robek bekas tembakan. Sedangkan di jok
sopir ada bekas darah, tapi hanya dalam bentuk goresan kecil. “Berapa orang dalam mobil saat kejadian masih simpang siur, ada yang bilang dua orang dengan sopir,” kata sumber The Atjeh Post.
Kapolres
Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso ketika dihubungi pukul 17.30 WIB,
menyebutkan, informasi awal yang diperoleh pihaknya, kejadian terjadi di
jalan linepipa Desa Paloh Punti. Pelaku menggunakan sepeda motor, kata
Kukuh, melepaskan tembakan dua kali dari samping sopir atau sebalah
kanan dan satu kali dari arah depan sopir.
“Sopir
mobil itu, Hanafiah, 43 tahun, warga Blang Pulo (Lhokseumawe) mengalami
luka akibat terkena serpihak kaca. Korban dilarikan ke Rumah Sakit PT
Arun untuk mendapat perawatan. Kasus ini dalam pengembangan di
lapangan,” kata Kukuh Santoso.
Sumber lainnya menyebutkan,
kejadian pemberondongan mobil tersebut terjadi di jalan linepipa kawasan
Jembatan Layang, Seunubok - Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat,
Lhokseumawe. Warga di sekitar kejadian, kata satu sumber, awalnya
menduga suara letusan petasan. Belakangan baru mengetahui sebuah mobil
diberondong dengans senjata api.
PT Saripari Geosanis merupakan
mitra kerja Zaratex NV, perusahaan minyak milik asing yang sedang
melakukan survei sismik (metodologi pemetaan bawah tanah) untuk
mengetahui kandungan hidrokarbon dalam bentuk gas dan minyak bumi di
Aceh Utara.[AT/Atj]

0 komentar:
Posting Komentar