News Update :

HUT RI Di Bireuen, Gerek Tali Tanpa Si Merah Putih

Rabu, 17 Agustus 2011



BIREUEN - Insiden unik dan sangat mengganggu terjadi pada apel puncak peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI yang dipusatkan di Stadion Cot Gapu, Kabupaten Bireuen, Rabu [17/8]. Pada sesi pengibaran merah putih, pengait tali mendadak terlepas dari ikatan bendera. Akibatnya, penggerek hanya menarik tali kosong hingga ke ujung tiang bendera.

Spontan saja, insiden yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB itu membingungkan semua anggota Pasukan Pengibar Bendera [Paskibra]. Peserta upacara serta seluruh pengunjung yang hadir menyaksikan puncak peringatan detik-detik proklamasi, juga ikut terperangah.

Dalam keadaan gundah-gulana, dua dari tiga anggota Paskibra tetap berdiri tegak. Namun mereka tak bergeming, tetap memegangi kedua sudut bendera dalam posisi menyilang. Selanjutnya mereka melipat kembali bendera tersebut, setelah menerima instruksi dari Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman, selaku inspektur upacara.

Suasana hening tetap berlanjut. Namun beberapa saat kemudian di sudut-sudut lapangan mulai terdengar teriakan-teriakan kecil dari peserta upacara. Sementara di atas panggung utama, sejumlah pejabat juga mulai terlihat kasak-kusuk dan saling memandang, tak tahu harus berbuat apa. 

Namun hanya bertaut sekitar lima menit kemudian, beberapa prajurit TNI dan personel satuan pemadam kebakaran masuk ke tengah barisan Paskibra. Seorang di antara mereka yang bernama Ahmad Dahlan (24), bersedia dan menyanggupi memanjat tiang bendera untuk menjemput tali pengait yang tersangkut di ujung pancangan besi bertinggian 17 meter itu.

Hanya dalam waktu sekitar tiga menit, anggota Satuan Pemadam Kebakaran Pemkab Bireuen itu berhasil meraih pangkal tali pengikat di puncak tiang bendera. Aksi ini mendapat tepuk tangan dari seluruh peserta upacara dan warga yang ikut hadir mengikuti acara tersebut. Selanjutnya, pengibaran merah putih dilanjutkan kembali sekitar 10.02 WIB.

Rangkaian acara demi acara pada apel terus berlangsung, hingga memasuki sesi pembunyian sirene detik-detik proklamasi. Imbas pergeseran jadwal tahapan upacara bendera tersebut, sirene yang bersumber dari mobil pemadam kebakaran, baru dibunyikan sekitar pukul 10.19 WIB.

Kabag Humas Setdakab Bireuen, Darwansyah, B.Sc, seusai upacara kepada wartawan menjelaskan, insiden tersebut terjadi karena faktor teknis. Bukan hanya faktor human error atau kelalaian manusia.

“Sebelum pelaksanaan apel, beberapa perwakilan dari tim penggerek bendera sudah melakukan serangkaian pengecekan. Terutama pada tali dan beberapa bagian di tiang bendera. Tapi kalau sedang bernasib apes, insiden itu tak terelakkan juga,” sesal Darwansyah.|AT/Modusaceh
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016