News Update :

Usut Kasus Cagee, Polda Bentuk Tim Khusus

Senin, 25 Juli 2011

BIREUEN – Hingga hari ketiga pascapenembakan mantan kombatan GAM, Amiruddin Husen alias Saiful yang lebih dikenal dengan julukan Tgk Cagee, polisi belum berhasil mengungkap siapa pelakunya. Namun, Polda Aceh menunjukkan keseriusan dalam mengusut kasus penting ini. Polda bahkan mem-backup Polres Bireuen untuk menangkap pelaku.

Wakil Direktur Reserse Kriminal (Wadir Reskrim) Polda Aceh, AKBP T Saladin SH yang ditanyai Serambi per telepon, Minggu (24/7) malam mengatakan, tenaga backup yang dikirimkan Kapolda Aceh ke Bireuen sejak dua hari lalu terdiri atas satu tim. Namun, T Saladin enggan merinci jumlahnya. “Pokoknya ada satu tim yang kita namakan ‘timsus’,” kata Saladin.

Diminta Serambi merincikan keahlian dari masing-masing personel timsus itu, Saladin juga tak menyebutkannya. Tapi, menurutnya, semua unsur keahlian yang diperlukan dalam pengusutan kasus pembunuhan bersenjata, seperti yang dialami Cagee, tersedia lengkap di dalam timsus itu.

Tim dimaksud tadi malam tidak seluruhnya berada di Bireuen, tapi ada juga yang mengembangkan pengusutan hingga ke Kota Lhokseumawe dan sekitarnya. “Doakan saja, mudah-mudahan pengusutan ini membuahkan hasil,” kata Saladin yang saat dihubungi per telepon tadi malam mengaku sedang berada di Kota Lhokseumawe.

Siangnya kepada Serambi di Mapolres Bireuen, T Saladin mengatakan, dalam memburu pelaku penembakan Cagee, Polda Aceh mengirimkan puluhan anggota ke lapangan untuk membantu jajaran Polres Bireuen.

Diakuinya, kasus penembakan Cagee ini menarik perhatian publik dan masih hangat dibicarakan sebagian besar warga Bireuen dan Peusangan hingga kemarin sore.

Sebagaimana diberitakan terdahulu, Tgk Cagee (yang berarti beruang), salah seorang mantan kombatan GAM yang pernah memegang jabatan Ketua KPA Wilayah Batee Iliek, ditembak mati oleh orang yang belum teridentifikasi. Korban ditembak tiga kali di bagian kepala dari jarak dekat.

Kasus penembakan Cagee terjadi sekitar pukul 23.15 WIB, Jumat (22/7) saat korban sedang di depan Warung Kopi Gurkha, Matang Geulumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Bireuen.

Waktu itu Cagee terlihat akan berangkat meninggalkan warung kopi setelah minum-minum dengan sejumlah kawannya. Ketika hendak membuka pintu mobilnya, saat itulah terdengar letusan senjata api disusul tersungkurnya korban. Lalu sebuah mobil Avanza berpelat polisi BK tancap gas meninggalkan lokasi kejadian. Diperkirakan, pelaku ada di mobil itu.

Kata T Saladin, penyelidikan terhadap siapa penembak Cagee terus dikembangkan dan timsus di bawah kendalinya tak mau berandai-andai tentang siapa pelaku penembakan tersebut.

Sistem dan metode pengusutan yang dilakukan timsus, menurutnya, dimulai dari lokasi kejadian (TKP) baru ditarik melebar ke luar. “Aparat penegak hukum dalam melakukan penyelidikan, mencari tersangka maupun motif suatu kejadian tidak dimulai dari luar konteks kejadian, melainkan dimulai dari titik kejadian, keterangan, dan lainnya untuk mencari siapa pelaku,” kata Wadir Reskrim yang didampingi Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Novi Ediyanto.

Menurut T Saladin yang juga mantan kapolres Bireuen, jika diramu informasi dari luar justru serba membingungkan dan tidak akan ada ujungnya. Sebaliknya, jika bergerak dari TKP justru akan memberikan kemudahan bagi tim. “Lagi pula inilah pola kerja yang sudah baku dalam pengungkapan berbagai kasus,” ujarnya.

Menjawab Serambi tentang dugaan motif penembakan itu, T Saladin lagi-lagi menegaskan, mereka bergerak dari TKP, mengumpul keterangan warga di sekitar tempat kejadian, dan mengumpulkan keterangan pendukung untuk mencari pelaku. Setelah pelaku tertangkap, barulah diketahui apa motifnya. |Serambi

Banyak Pelayat
HINGGA hari ketiga meninggalnya Amiruddin Husen alias Saiful alias Cagee (42), rumahnya di kawasan Desa Ulee Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen, masih banyak dikunjungi pelayat dari berbagai daerah di Aceh. Ada yang datang dari Lhokseumawe, Langsa, bahkan Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

“Belum lagi masyarakat Peusangan sendiri maupun yang datang dari kecamatan-kecamatan terdekat,” ungkap Surya, warga Geulanggang Labu, desa yang bersebelahan dengan Ulee Jalan kepada Serambi, Minggu (24/7).

Menurut Surya kepada Serambi kemarin sore, rumah duka hingga sore masih ramai. Sebagian pengunjung datang naik sepeda motor, minibus, bahkan pikap terbuka. “Masih banyak orang yang melayat. Tadi juga berlangsung takziah. Malam juga demikian. Secara bergiliran masyarakat Kecamatan Peusangan Selatan maupun dari kecamatan lainnya bertakziah ke rumah duka,” ujar Surya.

Selain itu, katanya, sejumlah orang sejak kemarin malam mengadakan  pengajian di kuburan almarhum Cagee. “Pengajian di kuburan akan berlangsung hingga Kamis malam atau diakhiri malam Jumat,” kata Surya, pekerja sosial di kecamatan itu.

Kasus penembakan Cagee hingga kemarin sore masih menjadi topik pembicaraan hangat di warung-warung kopi dalam wilayah Bireuen. Para pengunjung warung terlibat diskusi tak berujung tentang siapa gerangan yang menembak Cagee dan mengapa ia dihabisi dengan tiga peluru.

Di mata para pembincang, Cagee memiliki andil besar dalam membangun damai di wilayah Bireuen. Ia juga merupakan sedikit dari mantan kombatan GAM yang hidup mandiri dengan menggarap kebun kakao sendiri setelah Aceh damai.

Sekitar pukul 12.00 WIB kemarin, Serambi yang berada pada sebuah warung kopi di Keude Peusangan Bireuen mendapati sejumlah orang memperbincangkan kasus kematian Cagee akibat ditembak. Insiden itu juga menciutkan nyali mereka untuk ke luar rumah larut malam, bahkan menimbulkan kekhawatiran saat pergi sendirian ke sawah atau kebun. “Penembakan seorang tokoh seperti Cagee, membuat warga kecut ke luar malam-malam, bahkan saat pergi ke sawah. Mudah-mudahan peristiwa serupa tak lagi terjadi terhadap siapa pun di masa damai ini. Apabila ada persoalan pribadi, misalnya, sangkut paut utang-piutang hendaknya diselesaikan secara hukum, bukan dengan menembak,” kata Muslim, warga Keude Peusangan.

Di Pasar Inpres Bireuen, kasus kematian Cagee itu juga hangat diperbincangkan. Sekitar pukul 06.00 WIB pagi, Serambi yang ngopi di sebuah warung sempat mendengar bahwa kasus penembakan itu sangat mengejutkan warga Peusangan. Di sisi lain juga menyebabkan pedagang kecil waswas akan keselamatan mereka, mengingat mereka setiap pagi harus membawa sayur maupun komoditas dagangan lainnya dari Peusangan ke Pasar Inpres Bireuen. |Serambi

Info terbaru:
* Dalam mengusut pembunuhan Cagee, Polda Aceh mengirim tim khusus (timsus) untuk membantu Polres Bireuen
* Semua unsur keahlian yang diperlukan dalam pengusutan kasus pembunuhan Cagee, tersedia lengkap di dalam timsus itu
* Mobil yang digunakan pelaku ditutup pelat nomor polisinya dengan plastik hitam.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016