Bahkan
timbul keraguan ditengah-tengah masyarakat bahwa akan terjadi kekacauan
politik kalau tahapan ini dilanjutkan. Atas fakta ini, Kaukus Pemuda
Pantai Timur salah satu kelompok elemen sipil Aceh berharap sangat
kepada para elite politik Aceh agar dapat menjaga diri dalam
mengeluarkan ucapan.
Bahkan harus dapat melihat dan menelaah secara jernih dan objektif atas keinginan masyarakat.Kita berharap, jangan mengedepankan ego sektoral masing-masing kelompok atau partai saja. Ini perlu kiranya kami sampaikan, agar semua kita memiliki kata sepakat agar pemilukada Aceh tidak ditunda dan berjalann sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan KIP Aceh pada tanggal 14 November 2011 mendatang.
Demikian ungkap, Ketua Koukus Pemuda Pantai Timur, T Faisal,SH, melalui pers rilisnya, Minggu, (24/7). Menurutnya, perlu kesamaan pandangan dalam proses ini, sehingga tidak berakibat beda pandangan ditengah-tengah masyarakat, yang akhirnya konflik dan jatuh korban jiwa.
Dan dalam kesempatan ini, Kaukus Pemuda Pantai Timur mengeluarkan 5 (lima) butir pernyataan sikap, pertama, meminta DPRA sebagai lembaga perwakilan masyarakat Aceh harus bisa memilah antara aspirasi partai/golongan/kelompok dan aspirasi masyarakat Aceh yang merupakan konstituen mereka. Ini penting karena persoalan calon perseorangan/independen yang belum dimasukan dalam rancangan Qanun Aceh tentang pemilihan umum kepala daerah, Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota di Aceh yang kemudian menjadi polemik sampai berujung pada permintaan penundaan pemilukada Aceh.
Kedua, kepada petinggi forum lintas partai yang telah mendesak pemerintah pusat untuk menunda pemilukada Aceh supaya dapat mencabut kembali pernyataannya. Karena rakyat Aceh sebenarnya tidak pernah menginginkan adanya penundaan pemilukada Aceh. Forum Lintas Parpol telah menunjukan keegoisan mereka kepada public dengan mencari dukungan elit-elit Aceh agar mendukung penundaan pemilukada Aceh.
Sebenarnya sikap petinggi Parpol tersebut mencerminkan ketidak siapan partainya dalam pesta demokrasi regenerasi kepemimpinan di Aceh. “partai politik seharusnya mampu tampil lebih elegan dan professional dalam kancah perpolitikan Aceh terlebih dalam momentum pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah karena parpol memiliki kader yang telah dipersiapkan, bukan sebaliknya merasa ketakutan terhadap calon perseorangan yang maju sebagai calon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati/ walikota/wakil walikota.
Dan yang ketiga, kaukus pemuda pantai timur mendukung sepenuhnya terhadap ketegasan Gubernur Irwandi Yuisuf sebagai kepala Pemerintahan Aceh dan KIP Aceh yang terus melakukan tahapan-tahapan pemilukada di Aceh. Ke empat, mendesak Pemerintah pusat untuk tidak menunda pemilukada Aceh. Tidak ada alasan yuridis dan objektif untuk menunda pemilukada Aceh sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pada masa konflik Aceh, Pemilu terus bergulir tanpa adanya penundaan. Ini artinya, pemilukada Aceh tidak boleh ditunda karena Aceh dalam kondusi Aman, tidak ada konflik bersenjata, tidak ada bencana alam yang melumpuhkan infrastruktur serta tersedianya budgeting anggaran untuk pelaksanaan Pemilukada.
Jika pemerintah pusat menunda pemilukada Aceh, berarti pemerintah pusat telah mengakomodir kepentingan Partai Politik semata dengan mengesampingkan aspirasi rakyat Aceh serta kondisi objektif Aceh hari ini. Jika ada statement bahwa penundaan pemilukada Aceh adalah semata untuk mendinginkan suhu politik Aceh yang memanas, itu sebenarnya hanya pernyataan sepihak dan pembohongan public.
Karena setiap adanya perhelatan pemilihan umum tentu dengan sendirinya suhu politik akan memanas karena saat itulah triik dan lobbi politik bergulir dan dimainkan oleh semua pihak untuk memenangkan pasangan calon masing-masing. Pernyataan dimaksud sangat tidak relevan dilontarkan oleh elite partai politik yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Lintas Parpol yang digagas petinggi PA, Demokrat, Golkar dan beberapa Partai lainnya.
Dan yang terakhir, kelima diminta kepada masyarakat Aceh untuk tetap istiqamah dan terus menjaga ketertiban umum agar kondisi kondusif tetap terjaga sehingga perdamaian abadi yang dicita-citakan dapat terwujud di Aceh. Imbuhnya.| Rakyat Aceh
Bahkan harus dapat melihat dan menelaah secara jernih dan objektif atas keinginan masyarakat.Kita berharap, jangan mengedepankan ego sektoral masing-masing kelompok atau partai saja. Ini perlu kiranya kami sampaikan, agar semua kita memiliki kata sepakat agar pemilukada Aceh tidak ditunda dan berjalann sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan KIP Aceh pada tanggal 14 November 2011 mendatang.
Demikian ungkap, Ketua Koukus Pemuda Pantai Timur, T Faisal,SH, melalui pers rilisnya, Minggu, (24/7). Menurutnya, perlu kesamaan pandangan dalam proses ini, sehingga tidak berakibat beda pandangan ditengah-tengah masyarakat, yang akhirnya konflik dan jatuh korban jiwa.
Dan dalam kesempatan ini, Kaukus Pemuda Pantai Timur mengeluarkan 5 (lima) butir pernyataan sikap, pertama, meminta DPRA sebagai lembaga perwakilan masyarakat Aceh harus bisa memilah antara aspirasi partai/golongan/kelompok dan aspirasi masyarakat Aceh yang merupakan konstituen mereka. Ini penting karena persoalan calon perseorangan/independen yang belum dimasukan dalam rancangan Qanun Aceh tentang pemilihan umum kepala daerah, Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota di Aceh yang kemudian menjadi polemik sampai berujung pada permintaan penundaan pemilukada Aceh.
Kedua, kepada petinggi forum lintas partai yang telah mendesak pemerintah pusat untuk menunda pemilukada Aceh supaya dapat mencabut kembali pernyataannya. Karena rakyat Aceh sebenarnya tidak pernah menginginkan adanya penundaan pemilukada Aceh. Forum Lintas Parpol telah menunjukan keegoisan mereka kepada public dengan mencari dukungan elit-elit Aceh agar mendukung penundaan pemilukada Aceh.
Sebenarnya sikap petinggi Parpol tersebut mencerminkan ketidak siapan partainya dalam pesta demokrasi regenerasi kepemimpinan di Aceh. “partai politik seharusnya mampu tampil lebih elegan dan professional dalam kancah perpolitikan Aceh terlebih dalam momentum pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah karena parpol memiliki kader yang telah dipersiapkan, bukan sebaliknya merasa ketakutan terhadap calon perseorangan yang maju sebagai calon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati/ walikota/wakil walikota.
Dan yang ketiga, kaukus pemuda pantai timur mendukung sepenuhnya terhadap ketegasan Gubernur Irwandi Yuisuf sebagai kepala Pemerintahan Aceh dan KIP Aceh yang terus melakukan tahapan-tahapan pemilukada di Aceh. Ke empat, mendesak Pemerintah pusat untuk tidak menunda pemilukada Aceh. Tidak ada alasan yuridis dan objektif untuk menunda pemilukada Aceh sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pada masa konflik Aceh, Pemilu terus bergulir tanpa adanya penundaan. Ini artinya, pemilukada Aceh tidak boleh ditunda karena Aceh dalam kondusi Aman, tidak ada konflik bersenjata, tidak ada bencana alam yang melumpuhkan infrastruktur serta tersedianya budgeting anggaran untuk pelaksanaan Pemilukada.
Jika pemerintah pusat menunda pemilukada Aceh, berarti pemerintah pusat telah mengakomodir kepentingan Partai Politik semata dengan mengesampingkan aspirasi rakyat Aceh serta kondisi objektif Aceh hari ini. Jika ada statement bahwa penundaan pemilukada Aceh adalah semata untuk mendinginkan suhu politik Aceh yang memanas, itu sebenarnya hanya pernyataan sepihak dan pembohongan public.
Karena setiap adanya perhelatan pemilihan umum tentu dengan sendirinya suhu politik akan memanas karena saat itulah triik dan lobbi politik bergulir dan dimainkan oleh semua pihak untuk memenangkan pasangan calon masing-masing. Pernyataan dimaksud sangat tidak relevan dilontarkan oleh elite partai politik yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Lintas Parpol yang digagas petinggi PA, Demokrat, Golkar dan beberapa Partai lainnya.
Dan yang terakhir, kelima diminta kepada masyarakat Aceh untuk tetap istiqamah dan terus menjaga ketertiban umum agar kondisi kondusif tetap terjaga sehingga perdamaian abadi yang dicita-citakan dapat terwujud di Aceh. Imbuhnya.| Rakyat Aceh


0 komentar:
Posting Komentar