
London - Satu klip video menunjukkan bahwa kera sedang menembakkan senapan mesin pada sekelompok tentara Afrika, sementara simpanse yang lain terlihat memegang parang.
Video klip seperti dokumenter itu terlihat sangat menakutkan dan nyata. Namun sebenarnya bagian dari kampanye iklan virus untuk film baru yang berjudul Rise Of The Planet Of The Apes.
Sebagai prekuel klasik film Planet of The Apes, film baru itu menunjukkan bagaimana kera pada suatu hari mendatang menjadi makhluk sangat cerdas yang mengambil alih bumi.
Meskipun fiksi ilmiah, para ahli mengklaim bahwa simpanse bisa dilatih menggunakan senjata.
Profesor John Mitani, dari University of Michigan di Ann Arbor, Amerika Serikat, mengatakan : "Saya tidak akan ragu bahwa Anda bisa melatih simpanse untuk memegang senjata dengan cara yang ditunjukkan."
![]() |
| Mungkinkah itu terjadi? Simpanse terlihat memegang senapan AK-47 |
Profesor Mitani menambahkan: "Ketika menembak , saya ragu simpanse benar-benar dapat memahami apa yang ia lakukan."
Meski begitu, Profesor itu mengakui simpanse memang binatang yang agresif.
Pada tahun lalu, Profesor Mitani meneliti simpanse liar dan menemukan bahwa geng kera ini secara rutin menyerang simpanse saingannya untuk merebut wilayah mereka dan membantai anak simpanse guna menunjukkan dominasi.
Temuan ini jelas menghancurkan mitos simpanse sebagai hewan cinta damai dan menyoroti bagaimana mereka mewarisi aspek terburuk dari perilaku manusia.
Selama penelitian sepuluh tahun, peneliti menyaksikan 18 serangan dan bukti yang ditemukan dari tiga lainnya yang dilakukan oleh sebuah kelompok besar yang didominasi 150 simpanse jantan di Ngogo, Taman Nasional Kibale, Uganda.
Kemungkinan mereka mengambil alih planet ini meskipun itu tidak mungkin - terutama karena tidak ada simpanse yang cukup menandingi hampir tujuh miliar manusia.
"Sebelum manusia muncul di Bumi, planet ini benar-benar diisi dengan kera. Dulu bumi ini adalah planet kera, 20-50 juta tahun lalu sebelum manusia datang di tempat kejadiannya.”
"Sejak itu, keanekaragaman kera telah hilang benar, kita hanya memiliki lima jenis yang berbeda yang bisa dilihat saat ini", kata Profesor Mitani, demikian mengutip pernyataan Daily Mail. | AT/ZK


0 komentar:
Posting Komentar