
Lhokseumawe – Pasien pengguna Jaringan Kesehatan Aceh [JKA ] dan Jamkesmas membludak
berobat kerumah sakit Cut Mutia Lhokseumawe, akibatnya beberapa pasien terpaksa
dirawat diluar ruangan sal. Kamis [7/07].
Pemandangan
tersebut sering terjadi dirumah sakit Pemda Aceh Utara itu, masyarakat miskin
pengguna JKA dan Jamkesmas cenderung kerumah sakit dihari aktif. Menurut
latifah [35] yang menemani anaknya kena malaria menyebutkan “mangat tajak uroe
senin sabab na doctor laju, meunye tajak uroe pre han ek tapreh doktor can
saket tanyoe tanyoe”.
Sementara
Azhar [34] warga Sawang mengaku tidak paham adminitrasi rumah sakit, sehingga
dia harus bolak-balik menyelesaikan adminitrasi waktu pengambilan darah di Unit
Transfusi Darah [UTD] PMI. Menurut penelusuran team Acehtraffic.com masyarakat
yang berobat umumnya dikalangan miskin kebanyakan mereka berasal dari pedalaman
jadi sangat sulit bagi mereka untuk memahami adminitrasi apalagi tidak
diarahkan.
Seperti
dalam kasus pengambilan darah di UTD PMI banyak ditemui keluarga pasien yang
diberikan slip pengambilan darah tapi tidak didisposisi langsung, sehingga mereka
harus bolak-balik ke rumah sakit, itupun kalau jam kerja. Namun jika jam sudah
menunjukkan pukul 17.00 Wib apotik rumah
sakit tutup, warga terpaksa harus
menunggu besok dan darah pun tidak bisa diambil karena tidak memiliki uang.
Azhar
berandai, jika seandainya didisposisi JKA lansung sehingga masyarakat tidak
perlu untuk mengeluarkan biaya jaminan kantong darah atau istilah di UPTD
digantung walaupun kemudian uang masyarakat tyersebut dibayar kembali kepada
pasien JKA . |AT/Yd/Rd|

0 komentar:
Posting Komentar