News Update :

Masyarakat Aceh Jangan Terjebak Romantisme Sejarah

Selasa, 12 Juli 2011


Lhokseumawe – Sejarah adalah sebuah cermin, maka kita sebagai orang Aceh saat ini harus berdiri di depan cermin untuk melihat dimana persoalan Aceh yang belum selesai disaat ini. 

Kita jangan hanya duduk diwarung kopi kemudian membangga-banggakan sejarah Aceh dimasa lalu dan kita jangan terjebak dengan romantisme sejarah. Selasa [12/7]

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur [Wagup] Aceh, Muhammad Nazar, S.ag, ketika memberikan materi pada Konfrensi dan Seminar Internasional Malikussaleh: past, present, and future. Konfrensi tersebut dilaksanakan di gedung ACC Universitas Malikussaleh.  Wagub juga mengingatkan, semakin jauh kita memahami sejarah secara benar maka kita akan memiliki visi yang jauh dalam kehidupan.

Disisi lain beliau juga membicarakan mengenai nasionalisme bangsa Indonesia saat ini, menurut wagub di Indoenesia dalam membentuk nasionalisme tidak berjalan dengan baik, hanya upacara pada hari senin saja yang diperlihatkan. Berbeda dengan bangsa lain yang mentransformasikan nasionalisme kedalam semua hal.

“Dulu nilai pancasila saya 10, jadi kenapa saya bisa bertentangan dengan pancasila karena ada banyak hal dilapangan yang bertentanggan dengan pancasila makanya saya juga menentang” Ujar Muhammad Nazar, S.Ag

Sebelum menutupi materinya, Wagub mengatakan sebenarnya professor yang ada di Aceh sama kualitasnya dengan Profesor yang berada di daerah lainnya, namun setelah selesai kuliah dan pulang ke Aceh kondisinya sudah berbeda.

Dan Wagub juga mengajak agar kita menghargai sejarah karena situs sejarah Aceh ada di hampir seluruh pelosok, seperti di Johor, Kepulauan Riau, Kedah, Pahang, di Sultan Deli.|AT/Ag/Rd
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016