SANAA - Situasi konflik di Yaman semakin tidak terkendali, ketidaktersediaan
gas, mahalnya bahan sembako, dan meroketnya ongkos transportasi ditambah belum
jelasnya janji KBRI untuk mengevakuasi, membuat mahasiswa asal Indonesia tambah
panik di negeri yang melakukan revolusi itu. Jum’at (15/07).
Menurut seorang mahasiswa, “Kami bingung sikap KBRI, evakuasi macam perlombaan dibuatnya, siapa cepat dia dapat” kawan-kawan yang tidak dan sudah ujian sebagian sudah dievakuasi, yang tidak mau pulang akan diberi uang oleh KBRI untuk transportasi pindah dari Hudaidah karena disitu kondisinya sangat kacau.
Ketika mahasiswa asal Indonesia itu mengambil uang di KBRI untuk ongkos transportasi keluar dari Hudaidah tiba-tiba tidak diberikan karena sudah aman. “Uang yang dijanjikan ngak dikasih karena udah aman, klo emang udah aman kenapa staf KBRI pada pulang,” Tanya Afta.
suara senjata terus menerus, lampu mati, transpor mahal, tempat kami tinggal jauh dengn KBRI, kira-kira 5jam perjalan. Ongkos busnya 250ribu karena krisis, sebelumnya hanya 70ribu. Pembagian uang oleh KBRI untuk mahasiswa yang tidak pulang membuat pertanyaan besar bagi WNI di Yaman itu yang kebanyakan mahasiswa.
Jumlah uang yang dibagikan berfariasi tergantung tempat yang akan dituju. kalau ke Tarim [Hadramod] itu 60 ribu berarti 250 dollar, kalau menetap di Hudaidah 30ribu berarti 150 dollar. “kami curiga juga cara pembagian uang itu. kenapa sampai bgini” Ungkap Irham. |AT/ Irz/Yd/Rd
Menurut seorang mahasiswa, “Kami bingung sikap KBRI, evakuasi macam perlombaan dibuatnya, siapa cepat dia dapat” kawan-kawan yang tidak dan sudah ujian sebagian sudah dievakuasi, yang tidak mau pulang akan diberi uang oleh KBRI untuk transportasi pindah dari Hudaidah karena disitu kondisinya sangat kacau.
Ketika mahasiswa asal Indonesia itu mengambil uang di KBRI untuk ongkos transportasi keluar dari Hudaidah tiba-tiba tidak diberikan karena sudah aman. “Uang yang dijanjikan ngak dikasih karena udah aman, klo emang udah aman kenapa staf KBRI pada pulang,” Tanya Afta.
suara senjata terus menerus, lampu mati, transpor mahal, tempat kami tinggal jauh dengn KBRI, kira-kira 5jam perjalan. Ongkos busnya 250ribu karena krisis, sebelumnya hanya 70ribu. Pembagian uang oleh KBRI untuk mahasiswa yang tidak pulang membuat pertanyaan besar bagi WNI di Yaman itu yang kebanyakan mahasiswa.
Jumlah uang yang dibagikan berfariasi tergantung tempat yang akan dituju. kalau ke Tarim [Hadramod] itu 60 ribu berarti 250 dollar, kalau menetap di Hudaidah 30ribu berarti 150 dollar. “kami curiga juga cara pembagian uang itu. kenapa sampai bgini” Ungkap Irham. |AT/ Irz/Yd/Rd


0 komentar:
Posting Komentar