
Banda Aceh - Perwakilan perusahaan eksportir kakao PT Armajaro, Hendra Syahrial menyampaikan, Kabupaten Bireuen segera memiliki gudang untuk pengumpulan biji kakao. Gudang ini akan menghubungkan para petani kakao yang akan menjual biji kakaonya kepada eksportir.
“Selain itu, final quality kakao ekspor juga sudah bisa dilakukan di Bireuen, dengan harga ekspor sesuai kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI). Dan petani kakao wilayah Bireuen setidaknya sudah bisa melakukan penjualan langsung ke gudang PT Armajaro di Bireuen,” kata kata Hendra Syahrial dalam workshop "Menghubungkan Kemitraan Petani Kakao Aceh dengan Pasar" (Linking Smallholders Cocoa to Market) yang diselenggarakan di Meuligoe Hotel, Bireuen, Selasa (20/7).
Siaran pers yang disampaikan Public Relation Officer Swisscontact-PEKA, Sri Mulyani, mengatakan, workshop tersebut diselenggarakan Swisscontact sebagai bagian kegiatan program Peningkatan Ekonomi Kakao Aceh (PEKA) yang merupakan sub-proyek Economic Development Financing Facility (EDFF).
Dikatakan Hendra, gudang khusus ini akan dibuka dan akan bekerja sama dengan pedagang lokal. Untuk suksesnya keberadaan gudang tersebut, pihaknya mengharapkan dukungan dari pemerintah terkait untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Business Component Manager Swisscontact-PEKA, Giri Arnawa, menambahkan, keberadaan gudang penjualan kakao ini akan memberikan nilai tambah kepada para petani dan pedagang di wilayah Aceh, khususnya di wilayah Bireuen.
“Perkembangan harga kakao juga akan diinformasikan setiap hari oleh Armajaro langsung ke pedagang melalui SMS. Pihak Swisscontact-PEKA saat ini sedang mempersiapkan layanan SMS harga kakao,” jelasnya.
Selain itu kelompok tani bisa langsung membawa hasil kakao ke gudang Armajaro dengan harga ekspor sesuai SNI, yakni kadar air 7%-8%, sampah 2,5%, jumlah biji 110/100 gram dan jamur 4%.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bireuen Nurdin Abdurahman menegaskan, pemerintah menyambut baik rencana Armajaro yang akan membuka gudang penampungan kakao di Bireuen. Dan Pemkab Bireuen akan memberi dukungan untuk hal-hal yang masih diperlukan.
Ia juga berharap, para petani kakao dan pedagang memberikan dukungan dan menjadikan hal ini sebagai pendorong suksesnya pengembangan kakao di Bireuen.
Pada kesempatan yang sama, Bank Aceh dan Bank BRI menyatakan pihak perbankan juga sudah memberi dukungan kepada pedagang dan petani kakao di Bireuen. Karena kerja sama dengan pihak terkait dalam hal penyediaan akses permodalan kepada petani kakao, dalam rehabilitasi kebun kakao, memang penting.
Selain kegiatan workshop, Swisscontact menyerahkan dukungan peralatan kepada pedagang kakao. | Medan Bisnis

0 komentar:
Posting Komentar