
WASHINGTON - Akun Twitter feed berita politik FoxNews.com, FoxNewspolitics, telah dijebol sejumlah peretas pada hari Senin [04/07] dan mengirim beberapa tweet palsu mengatakan bahwa Presiden Barack Obama telah ditembak mati.
"Laporan tersebut tentu saja tidak benar, presiden sedang menghabiskan liburan 4 Juli dengan keluarganya," kata Foxnews.com pada hari Senin dalam sebuah pernyataan mengatakan situsnya telah di-hack.
Tidak ada reaksi langsung dari Gedung Putih dan Secret Service menolak memberikan komentar.
Tweet pertama kali muncul pada pukul 02:00 dan berkata: ".. @BarackObama baru saja meninggal. Presiden tewas. Tanggal 4 Juli yang menyedihkan, Presiden Barack Obama memang sudah mati.."
Yang berikutnya, ". @ BarackObama baru saja meninggal. Hampir 45 menit lalu, ia ditembak dua kali di daerah panggul bawah dan di leher;. Penembak tidak diketahui. Darah keluar "
Beberapa saat sebelum posting palsu mulai beredar, beberapa peretas tampaknya mengumumkan mereka mengendalikan akun tersebut, dengan posting, “Baru saja meraih akses penuh ke surat elektronik dan Twitter kami. Selamat 4 Juli.”
Perubahan yang “ditweet-ulang” oleh ribuan laman blog-mikro dan memicu berita utama di seluruh dunia menyatakan Obama telah ditembak dua kali di restoran Ross di Iowa” saat berkampanye.
Pemimpin AS itu sebenarnya berada di Washington, bukan di Iowa, dan merencanakan untuk merayakan hari libur 4 Juli bersama keluarganya dan keluarga militer Senin malam waktu setempat.
“Presiden @BarakObama dibunuh, 2 luka tembak telah terbukti terlalu banyak. Tanggal 4 Juli yang menyedihkan buat #america. #obamadead RIP,” demikian tweet lanjutan.
"Hacker mengirimkan beberapa tweet berbahaya dan palsu mengatakan Presiden Obama telah dibunuh," menurut pernyataan FoxNews.
Fox News menyatakan peretasan tersebut sedang diselidiki, dan saluran televisi itu “menyesalkan kesedihan yang mungkin telah ditimbulkan oleh tweet palsu tersebut”.
Ini merupakan insiden terbaru dalam rangkaian serangan hacker global selama beberapa minggu terakhir.
Pelanggaran keamanan menimbulkan pertanyaan tentang integritas feed berita di Twitter. Namun tidak ada jawaban email dari pihak Twitter saat Reuters meminta komentar. | ZK/ANT/Agencies

0 komentar:
Posting Komentar