News Update :

25 Orang Aktivis Pro-Palestina Kembali Dideportasi dari Bandara Ben-Gurion

Sabtu, 09 Juli 2011



YERUSALEM - Sekitar 25 orang yang diyakini aktivis pro-Palestina yang tiba di Bandara Ben-Gurion Israel telah dideportasi kembali ke negara asalnya pada hari Jumat [08/07], kata seorang juru bicara polisi Israel. Demikian dilansir kantor Berita Xinhua pada hari Sabtu [09/07/2011].

Juru bicara Mickey Rosenfeld mengatakan pada konferensi pers bahwa polisi telah mengalihkan dua penerbangan yang tiba di bandara pada Jumat, dan menambahkan bahwa yang dideportasi termasuk warga negara Belgia, Spanyol dan Jerman.

Satu pesawat EasyJet dari Jenewa dan Alitalia, dialihkan ke Terminal 1 di bandara untuk pemeriksaan keamanan. Puluhan penumpang ditahan dan diinterogasi oleh aparat keamanan, menurut sumber harian lokal Ha'aretz.

Seorang juru bicara polisi mengatakan kepada situs berita lokal Ynet bahwa maskapai penerbangan asing yang membawa sekitar 200 aktivis telah berhenti di bandara, Jumat.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyelenggara "Selamat datang ke Palestina" organisasi, mengatakan awal pekan ini ratusan aktivis yang kebanyakan dari Eropa, berencana untuk terbang ke Israel pada hari Jumat untuk ambil bagian dalam acara di Tepi Barat.

"Mereka datang dengan damai tanpa aksi kekerasan terhadap Israel," dan mereka akan berpartisipasi dalam kegiatan budaya dan tur di Tepi Barat, kata Mazen Qumsiyeh, salah satu penyelenggara, kepada Xinhua.

Penyelenggara mengeluarkan pernyataan pada hari Jumat, menolak tuduhan Israel yang menyebut para pengunjung internasional itu sebagai pendatang ilegal dan mengatakan kampanye “Selamat Datang ke Palestina” telah berhasil mengekspos upaya Israel untuk mengisolasi warga Palestina.

Kondisi di ruang kedatangan Bandara Ben-Gurion, kelompok polisi berseragam dan personil keamanan bandara berkelok-kelok di antara kerumunan pengunjung.

Polisi sempat menahan dan memeriksa tiga remaja asal Perancis, yang meneriakkan slogan-slogan pro-Israel. Polisi memperingatkan mereka untuk tidak berperilaku dengan cara apapun yang akan mengganggu penumpang yang melewati aula kedatangan bandara.

Israel mengecam upaya para aktivis yang memasuki wilayahnya melakukan kampanye protes terhadap kebijakan Israel, sebagai penghinaan terhadap kedaulatan mereka.

"Setiap negara memiliki hak dasar untuk mencegah infiltrasi provokator ke wilayahnya," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Rabu pada konferensi pers yang diadakan di Sofia dengan Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov.

Juru bicara polisi Rosenfeld mengatakan sekitar 500 petugas polisi dari unit yang berbeda saat ini telah dikerahkan di bandara. | AT/ZK

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016