News Update :

"Yang Tak Sepaham Silahkan Minggir"

Kamis, 02 Juni 2011


ACEH BESAR - Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud mengajak rakyat mendukung Partai Aceh untuk bersama-sama menciptakan Pemerintahan Aceh bermartabat yang mampu menciptakan kesejahteraan."Sebuah pemerintahan yang memperhatikan rakyatnya, berkeadilan, dan terbebas dari perilaku korup," katanya. "Si pemimpin juga harus memiliki sopan santun dalam bertindak."

Menurut Malik, untuk mendapatkan pemimpin seperti itu maka Partai Aceh bersama rakyat harus berusaha memenangkan pemilihan Gubernur dalam Pilkada 2011 ini. Agar upaya ini bisa berjalan dengan baik, "maka orang-orang yang tak sepaham silahkan minggir." Lalu, Malik yang akrab disapa meuntro ini memberi sebuah tamsil. "Jika ada tiga mangga busuk dalam keranjang segeralah dibuang, jangan sampai mangga jadi busuk sekeranjang."

Kalimat Malik yang sangat tajam ini mengundang tepuk tangan membahana dari ribuan pengunjung Taman Makam Pahlawan Nasional Teungku Chik di Tiro, di Desa Mereu, Indrapuri Aceh Besar, Kamis (2/6). Malik berada di situ bersama tokoh-tokoh pergerakan adalah untuk memperingati setahun wafatnya Tengku Hasan Tiro yang dimakamkan tepat di sebelah makam Teungku Chik di Tiro.

Bersama Malik, tampak hadir calon Gubernur dari Partai Aceh, Zaini Abdullah, ada juga Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf, yang sudah disepakati untuk mendampingi Zaini pada pilkada ini. Tokoh lain yang hadir adalah Ketua DPRA Hasbi Abdullah, ada mantan petinggi GAM Zakaria Saman, dan Ketua Partai Aceh Bireuen Darwis Djeunib, serta elit Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh.
Di atas podium sederhana yang didirikan di samping kanan makam, Malik membawa pengunjung mengenang Hasan Tiro. "Di masa hidupnya, beliau selalu memikirkan rakyat Aceh. Bercita-cita untuk mensejahterakan rakyat Aceh," katanya. Jadi, menurut Malik, membuat masyarakat Aceh sejahtera adalah sebuah amanah yang harus dijalankan oleh pemimpin Aceh.

Zaini Abdullah yang juga tampil di atas podim dalam kesempatan yang berbeda, mengatakan pemimpin Aceh tidak boleh hanya memikirkan nasibnya sendiri. "Tidak boleh cuma memikirkan nasib kelompoknya sendiri. Seharusnya, yang difikirkannya adalah seluruh rakyat Aceh, bukan cuma kelompok-kelompoknya saja," kata Zaini.

Menurut Zaini, untuk membuat membangun Aceh kelak dia akan menggandeng seluruh cerdik pandai Aceh."Misalnya di Universitas Syiah Kuala dan universitas lainnya yang ada di Aceh sangat banyak orang-orang pintar, mereka wajib kita ajak untuk bersama-sama memikirkan bagaimana membangun Aceh," katanya. "Begitu juga dengan pemuda Aceh yang sudah menimba ilmu di luar negeri." | Sumber AtjehPost
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016