SANAA—Demontrasi menuntut mundurnya presiden Yaman
Ali Abdullah Saleh berembes semakin meluas, menyebabkan puluhan masyarakat dan
mahasiswa Aceh yang sedang belajar disana risau, suara tembakan dan bom terjadi dimana-mana. Kamis [2/6]. Mereka meminta
tindakan pemerintah Aceh untuk mengevakuasi segera.
Reporter AcehTraffic.com di Kota Hudaedah Yaman selatan
melaporkan kondisi konflik antara demontrans dan pemerintah semakin meluas. Demo
yang awalnya hanya cuma berteriak dan yel yel turunkan presiden, kini semakin
parah, demontran sudah mulai merusak perkantoran milik pemerintah, perang
saudara antar kelompok dan pemerintah semakin meruncing.
Puluhan masyarakat dan mahasiswa yang tinggal di
sekitar itu sangat cemas dengan kondisi tersebut. Pasalnya bentrokan hampir
setiap saat terjadi di sekitar mereka tinggal. Belum lagi kondisi listrik yang
sering padam, dan ongkos transportasi juga mahal. Selain itu, Katanya cuaca
alam yang begitu panas mencapai 38 derajat Celcius.
“Listrik sering padam, Gas tak ada, telpon keluar
negeri di blokir, Ini saja sudah cukup mencekam kondisinya, kami butuh segera
di evakuasi ” Ujar seorang mahasiswa yang sedang belajar disana kepada Reporter
acehtraffic.com.
Untuk itu mereka sangat mengharapkan tindakan
segera dari pemerintah Aceh untuk melakukan evakuasi terhadap mahasiswa dan
masyarakat Aceh yang saat ini masih terjebak perang saudara di Yaman. | Reporter
Acehtraffic.com Irza melaporkan dari Kota Hudaedah Yaman Selatan.


0 komentar:
Posting Komentar