News Update :

Wow, Partai Aceh Kembali Pecat Anggota

Senin, 06 Juni 2011


Langsa -  Ternyata pemecatan atau pemberhentian  terhadap sejumlah anggota Partai Aceh yang tidak sependapat dengan keputusan mutlak pengurus Pusat Partai Aceh belum berhenti. Setelah sebelumnya Linggadinsyah Takengon, Muksalmina Aceh Rayeuk, Saiful alias Cage mundur, disusul Pemberhentian Abu Sanusi Peureulak,   dan sejumlah kader lain partai pada tingkatan bawah. Senin [6/6]

Kini kembali terjadi terhadap Panglima Sago Langsa Lama Nazaruddin atau PSdien di pecat di duga karena keberpihakan kepada salah satu calon walikota Langsa dan tidak berpihak kepada calon yang di usung Partai Aceh.  

Selain Nazaruddin, masih ada lagi yang bakal menyusul, masing–masing Mulyadi Yusuf dan Baktiar, keduanya adalah pengurus Partai Aceh Kota Langsa. Mulyadi Yusuf  yang sering di panggil  Camat di DPW partai Aceh wakil ketua I, sementara di  Komite Peralihan Aceh [KPA] ia menjabat sebagai  wakil ketua penasehat hukum. Sementara Baktiar yang menjabat wakil ketua IV Partai Aceh, dan di Komite Peralihan Aceh [KPA]  sebagai wakil Mulyadi. 

Berdasar informasi yang berhasil di kumpulkan reporter The AcehTraffic pemecatan PSdien atau Nazaruddin setelah sebuah rapat yang di hadiri 25 orang anggota KPA Langsa lama, disanalah ia di putuskan untuk di berhentikan karena dianggap berpihak kepada  kepada Zulkifli Zainon bakal calon kuat  walikota Langsa pemilukada mendatang. 

Walaupun PSdien sudah menerima surat pemberhentian itu, namun pihaknya meragukan hasil rapat tersebut, karena dari 65 orang anggota KPA langsa lama hanya 25 orang yang ikut menghadiri acara itu. 

Sementara Baktiar dan Mulyadi, baru menerima surat peringatan Tanggal 5 Juni 2011, di dalam surat tersebut di sebutkan bahwa Bahtiar dan Mulyadi berdasarkan laporan intelijen partai, keduanya tidak loyal kepada Partai Aceh dan terbukti bekerja kepada Irwandi Yusuf. 

Bahtiar dan Mulyadi secara jelas mengaku akan mendukung jalur Independen dalam pemilukada ini. Soal dia harus di pecat dari Partai Aceh sudah siap menerima.“Saya diberi waktu tiga hari untuk berpikir. Saya akan terima konsekuensi dipecat dari partai. Yang pasti saya hanya mendukung calon independen, Irwandi. Kan saya tidak mendukung partai lain? Karena calon  independen itu punya rakyat Aceh juga,” ujar Bakhtiar sebagaimana di lansir media online Atjehpost

Kepada media itu, Ketua KPA Daerah III Wilayah Peurelak Nurdin Djuned mengatakan, pemberhentian Nazarudin dilakukan oleh pihak sagoe. Dia juga mengaku telah mengeluarkan surat peringatan kepada dua kader Partai Aceh.

"Masalahnya memang soal loyalitas kepada partai.Tidak ada dalam sejarah orang dalam struktur DPW Partai, bekerja untuk orang di luar yang telah ditetapkan oleh partai.  Jadi kalo mau kerja untuk orang lain atau calon independen, ya buka baju partai dulu. Bek lagee  sipheuet bubee dua jab (jangan seperti sifat seperti bubu perangkap ikan dua muka), Kalau mau kerja untuk Independen tinggal milih saja."

Nah, isu pemecatan dan pemberhentian terhadap kader Partai Aceh sepertinya akan terus terjadi. Penelusuran reporter AcehTraffic, anggota–anggota KPA di daerah yang sudah kena pecat atau yang menerima surat peringatan menyadari bahwa kebanyakan masyarakat lebih cendrung kepada jalur Independen yang heboh saat ini akan di isi oleh Irwandi ?. [AT/dan berbagai sumber]  
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016