Langsa - Ternyata pemecatan atau pemberhentian terhadap sejumlah anggota Partai Aceh yang
tidak sependapat dengan keputusan mutlak pengurus Pusat Partai Aceh belum
berhenti. Setelah sebelumnya Linggadinsyah Takengon, Muksalmina Aceh Rayeuk,
Saiful alias Cage mundur, disusul Pemberhentian Abu Sanusi Peureulak, dan sejumlah kader lain partai pada tingkatan
bawah. Senin [6/6]
Kini kembali terjadi
terhadap Panglima Sago Langsa Lama Nazaruddin atau PSdien di pecat di duga
karena keberpihakan kepada salah satu calon walikota Langsa dan tidak berpihak
kepada calon yang di usung Partai Aceh.
Selain Nazaruddin, masih
ada lagi yang bakal menyusul, masing–masing Mulyadi Yusuf dan Baktiar, keduanya
adalah pengurus Partai Aceh Kota Langsa. Mulyadi Yusuf yang sering di panggil Camat di DPW partai Aceh wakil ketua I,
sementara di Komite Peralihan Aceh [KPA]
ia menjabat sebagai wakil ketua
penasehat hukum. Sementara Baktiar yang menjabat wakil ketua IV Partai Aceh,
dan di Komite Peralihan Aceh [KPA] sebagai
wakil Mulyadi.
Berdasar informasi yang
berhasil di kumpulkan reporter The AcehTraffic pemecatan PSdien atau Nazaruddin
setelah sebuah rapat yang di hadiri 25 orang anggota KPA Langsa lama, disanalah
ia di putuskan untuk di berhentikan karena dianggap berpihak kepada kepada Zulkifli Zainon bakal calon kuat walikota Langsa pemilukada mendatang.
Walaupun PSdien sudah
menerima surat pemberhentian itu, namun pihaknya meragukan hasil rapat
tersebut, karena dari 65 orang anggota KPA langsa lama hanya 25 orang yang ikut
menghadiri acara itu.
Sementara Baktiar dan
Mulyadi, baru menerima surat peringatan Tanggal 5 Juni 2011, di dalam surat
tersebut di sebutkan bahwa Bahtiar dan Mulyadi berdasarkan laporan intelijen
partai, keduanya tidak loyal kepada Partai Aceh dan terbukti bekerja kepada
Irwandi Yusuf.
Bahtiar dan Mulyadi
secara jelas mengaku akan mendukung jalur Independen dalam pemilukada ini. Soal
dia harus di pecat dari Partai Aceh sudah siap menerima.“Saya diberi waktu tiga
hari untuk berpikir. Saya akan terima konsekuensi dipecat dari partai. Yang
pasti saya hanya mendukung calon independen, Irwandi. Kan saya tidak mendukung
partai lain? Karena calon independen itu punya rakyat Aceh juga,” ujar Bakhtiar
sebagaimana di lansir media online Atjehpost
Kepada media itu, Ketua KPA Daerah III Wilayah
Peurelak Nurdin Djuned mengatakan, pemberhentian Nazarudin dilakukan oleh pihak
sagoe. Dia juga mengaku telah mengeluarkan surat peringatan kepada dua kader
Partai Aceh.
"Masalahnya memang soal loyalitas kepada
partai.Tidak ada dalam sejarah orang dalam struktur DPW Partai, bekerja untuk
orang di luar yang telah ditetapkan oleh partai. Jadi kalo mau kerja
untuk orang lain atau calon independen, ya buka baju partai dulu. Bek
lagee sipheuet bubee dua jab (jangan seperti sifat seperti bubu perangkap
ikan dua muka), Kalau mau kerja untuk Independen tinggal milih saja."
Nah, isu pemecatan dan pemberhentian terhadap
kader Partai Aceh sepertinya akan terus terjadi. Penelusuran reporter
AcehTraffic, anggota–anggota KPA di daerah yang sudah kena pecat atau yang
menerima surat peringatan menyadari bahwa kebanyakan masyarakat lebih cendrung
kepada jalur Independen yang heboh saat ini akan di isi oleh Irwandi ?. [AT/dan
berbagai sumber]


0 komentar:
Posting Komentar